JAMBI — Tiga jemaah haji asal Provinsi Jambi meninggal dunia selama menjalani ibadah haji tahun 2026. Informasi terbaru menyebutkan satu korban berasal dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Belum ada rincian resmi dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Makkah (Daker Makkah) mengenai identitas lengkap ketiga jemaah, termasuk penyebab dan lokasi pasti meninggalnya. Data sementara yang dihimpun dari jambi.tribunnews.com menyebutkan bahwa seluruh korban meninggal di Arab Saudi selama puncak ibadah haji.
Jemaah asal Tanjung Jabung Barat disebut sebagai kasus terakhir yang dilaporkan. Sebelumnya, dua jemaah lain dari daerah berbeda di Provinsi Jambi juga telah meninggal dunia pada fase awal operasional haji.
Kabar duka ini menambah daftar panjang jemaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci setiap musimnya. PPIH Daker Makkah biasanya akan menangani proses pemulasaraan jenazah sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Setiap jemaah haji yang meninggal di Arab Saudi akan ditangani oleh petugas PPIH. Prosedur yang dijalankan meliputi pengurusan administrasi, pemandian, pengkafanan, hingga pemakaman di pemakaman khusus jemaah haji Indonesia.
Keluarga korban di Indonesia akan mendapatkan pemberitahuan resmi dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat. Proses ini kerap memakan waktu beberapa hari karena koordinasi lintas negara.
Setiap musim haji, Kemenag selalu mengimbau jemaah untuk menjaga kondisi fisik dan mematuhi protokol kesehatan. Faktor kelelahan, cuaca ekstrem, dan penyakit bawaan menjadi penyebab utama kematian jemaah haji Indonesia.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kemenag Provinsi Jambi belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait ketiga jemaah yang wafat. Informasi lebih lanjut mengenai proses pemulangan jenazah atau keputusan pemakaman di Arab Saudi masih menunggu koordinasi PPIH.