Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 12.000, Kini Rp 2.759.000 per Gram di Butik Logam Mulia

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 10:44:01 WIB
Harga emas Antam turun Rp 12.000 menjadi Rp 2.759.000 per gram pada Kamis (4/6).

JAKARTA — Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami koreksi pada hari ini, Kamis (4/6). Berdasarkan data dari logammulia.com, harga dasar emas Antam turun Rp 12.000 menjadi Rp 2.759.000 per gram, dari posisi sebelumnya Rp 2.771.000 per gram pada perdagangan Rabu (3/6).

Berapa Harga Buyback Emas Antam Hari Ini?

Harga buyback atau harga yang ditetapkan Antam saat menjual kembali emas batangan juga ikut turun. Untuk transaksi buyback hari ini, Antam mematok harga Rp 2.554.000 per gram. Angka ini lebih rendah Rp 16.000 dibandingkan harga buyback kemarin yang berada di Rp 2.570.000 per gram.

Selisih antara harga jual dan harga buyback hari ini mencapai Rp 205.000 per gram. Selisih ini merupakan biaya yang melekat pada setiap transaksi jual-beli emas batangan Antam.

Daftar Harga Emas Antam per Gram Hari Ini

Berikut rincian harga emas Antam untuk pecahan yang paling banyak dicari masyarakat:

  • Emas 0,5 gram: Rp 1.429.500
  • Emas 1 gram: Rp 2.759.000
  • Emas 5 gram: Rp 13.295.000
  • Emas 10 gram: Rp 26.535.000
  • Emas 25 gram: Rp 66.087.500
  • Emas 50 gram: Rp 132.095.000
  • Emas 100 gram: Rp 264.112.000

Kapan Waktu Terbaik Membeli Emas Antam?

Penurunan harga hari ini bisa menjadi momentum bagi investor yang ingin menambah portofolio logam mulia. Harga emas Antam terus bergerak fluktuatif seiring pergerakan harga emas global dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Untuk pembelian, Antam menerapkan pajak PPh 22 sebesar 0,25 persen untuk pemegang NPWP dan 0,45 persen untuk non-NPWP. Pembeli wajib membawa KTP atau identitas resmi lainnya saat bertransaksi di butik logam mulia.

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: idnfinancials.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top