TANJAB BARAT — Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat bersama Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi memulai penanaman perdana padi dengan sistem PM-AAS di Desa Rawa Medang, Kecamatan Batang Asam, Rabu. Lahan percontohan seluas dua hektare menjadi titik awal, kemudian diperluas ke areal 100 hektare yang melibatkan kelompok tani penerima manfaat.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Tanjab Barat, Firdaus Khatab, mengatakan Kecamatan Batang Asam dipilih karena memiliki jaringan irigasi teknis. "Kondisi ini menjadi modal penting dalam mendukung penerapan pertanian modern," ujarnya di Tanjab Barat, Rabu.
Melalui program PM-AAS, petani mendapatkan bantuan pengolahan lahan, benih unggul, pupuk, dolomit, dan sarana produksi pertanian lainnya. Program ini juga mengedepankan sistem tanam benih langsung (Tabela) untuk meningkatkan efisiensi usaha tani.
Direktur Wilayah BRMP Jambi, Yunimar, menyatakan target produktivitas padi bisa mencapai 10 ton per hektare. Menurut dia, keberhasilan program membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, brigade pangan, dan petani.
"Perlu sinergi semua pihak, supaya hasilnya maksimal," kata Yunimar.
Kabupaten Tanjung Jabung Barat ditetapkan sebagai satu-satunya lokasi pelaksanaan PM-AAS di Provinsi Jambi. Firdaus menjelaskan, jaringan irigasi teknis di Kecamatan Batang Asam menjadi faktor penentu. Infrastruktur ini dinilai mendukung penerapan pertanian modern secara optimal.
Program PM-AAS merupakan upaya percepatan modernisasi sektor pertanian nasional yang dilaksanakan di berbagai provinsi. Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian dan BRMP Jambi atas dukungan serta pendampingan di lapangan.
Penanaman perdana ini diharapkan menjadi model bagi pengembangan pertanian modern di Tanjab Barat. Dengan dukungan teknologi dan sarana produksi, produktivitas padi petani ditargetkan meningkat signifikan dari pola konvensional.
Pemerintah daerah berharap program ini bisa direplikasi di kecamatan lain yang memiliki potensi serupa. Langkah ini sejalan dengan upaya ketahanan pangan di Provinsi Jambi.