Honda CEO Toshihiro Mibe Tolak Mundur Meski Ditekan Mantan Petinggi Soal Gagalnya Strategi EV

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 04:35:31 WIB
CEO Honda Toshihiro Mibe menolak mundur meski mendapat tekanan dari mantan petinggi perusahaan.

JAMBI — Tekanan untuk reshuffle di pucuk pimpinan Honda semakin memanas. Namun, Toshihiro Mibe, CEO yang memimpin transformasi besar-besaran menuju kendaraan listrik (EV), tidak bergeming. Ia menolak seruan mundur yang dilayangkan oleh mantan-mantan eksekutif heavy-hitter perusahaan yang kehilangan kepercayaan terhadap arah kebijakannya.

Gagalnya Rencana Elektrifikasi Jadi Pemicu

Para mantan petinggi Honda menilai peluncuran EV Honda sejauh ini merupakan sebuah bencana. Target produksi dan penjualan yang ambisius tidak dibarengi dengan eksekusi yang matang di lapangan. Akibatnya, Honda tertinggal jauh dari kompetitor seperti Tesla dan BYD yang sudah lebih dulu menguasai pasar.

Mereka yang pernah duduk di kursi direksi merasa Mibe gagal membaca pasar dan terlalu lamban dalam merespons permintaan konsumen global. Ketidakpuasan ini kemudian mendorong mereka untuk secara terbuka mendesak CEO saat ini untuk segera turun jabatan.

Dukungan Dewan Direksi Jadi Tameng Mibe

Meski tekanan dari luar dan dalam perusahaan kencang, posisi Mibe masih aman. Ia memiliki tameng utama, yaitu dukungan penuh dari jajaran dewan direksi yang masih aktif. Dukungan ini memberinya kekuatan untuk bertahan dan mengabaikan permintaan mundur dari para mantan eksekutif.

Selama dewan masih percaya pada visinya, Mibe bisa terus menjalankan roda kepemimpinan. Namun, situasi ini jelas menciptakan ketegangan internal yang tidak sehat. Jika strategi EV Honda tidak menunjukkan perbaikan signifikan dalam waktu dekat, tekanan untuk mengganti CEO bisa kembali menguat.

Apa Dampaknya bagi Pasar dan Konsumen?

Kekacauan di level tertinggi manajemen Honda ini berpotensi berdampak pada peluncuran model-model baru, termasuk untuk pasar Indonesia. Konsumen mungkin akan melihat jeda yang lebih panjang antara generasi model, atau bahkan penundaan untuk produk EV yang sudah dijanjikan.

Belum ada pernyataan resmi dari Honda Prospect Motor (HPM) mengenai dampak langsung dari gejolak internal ini terhadap operasional di Indonesia. Namun, keputusan strategis global biasanya akan merembet ke kebijakan produk di tingkat regional. Untuk saat ini, Mibe masih memegang kendali, meskipun di bawah bayang-bayang ketidakpercayaan dari para pendahulunya.

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: jalopnik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top