Polda Jambi Imbau Warga Tidak Bakar Lahan, Karhutla Masih Nihil hingga Juni 2026, Pemantauan Hotspot dan Helikopter Disiagakan

Penulis: Syafruddin Amir  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 16:26:31 WIB
Polda Jambi siagakan helikopter dan pantau hotspot untuk cegah karhutla hingga Juni 2026.

JAMBIPolda Jambi memastikan belum menerima laporan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi hingga Jumat (12/6/2026). Meski nihil, pihaknya meningkatkan kewaspadaan seiring suhu udara yang mulai memanas di sejumlah wilayah.

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jambi, AKBP Hadi Handoko, menyatakan bahwa kondisi nihil karhutla ini diharapkan bisa bertahan. Ia meminta warga segera melapor melalui layanan 110 jika melihat titik api atau aktivitas pembakaran lahan mencurigakan.

Apel Kesiapsiagaan dan Patroli Udara

Polda Jambi bersama pemerintah daerah dan unsur terkait telah menggelar apel kesiapsiagaan bencana sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi karhutla pada musim kemarau. Apel tersebut dihadiri Kapolda Jambi, Gubernur Jambi, Danrem, Kejaksaan Tinggi Jambi, serta jajaran Forkopimda.

“Seluruh langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya karhutla, sekaligus mengecek kesiapan personel dan sarana prasarana,” ujar Hadi saat dikonfirmasi.

Pemantauan Hotspot Real-Time dan Helikopter

Polda Jambi memanfaatkan teknologi pemantauan titik panas (hotspot) untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini. Jika ditemukan titik panas yang berpotensi berkembang, petugas akan segera melakukan patroli dan pengecekan lapangan.

“Kami memantau hotspot secara berkala. Jika ditemukan titik panas, tim akan melakukan patroli dan verifikasi di lapangan,” jelas Hadi. Untuk mendukung pengawasan, helikopter juga diterbangkan guna memastikan kondisi di lokasi titik panas yang terdeteksi secara langsung.

Modifikasi Cuaca untuk Lahan Gambut

Pemerintah bersama Satuan Tugas Siaga Bencana Karhutla juga menyiapkan langkah modifikasi cuaca atau hujan buatan. Langkah ini akan diaktifkan apabila kondisi cuaca dan tingkat kekeringan dinilai berpotensi memicu kebakaran, khususnya di kawasan lahan gambut.

“Langkah ini dilakukan agar lahan gambut tetap lembap sehingga dapat meminimalkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi,” kata Hadi.

Warga Diminta Aktif Melapor

Hingga kini, belum ada laporan karhutla dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Meski demikian, AKBP Hadi Handoko mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan dengan melaporkan aktivitas mencurigakan yang berpotensi menyebabkan kebakaran.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla. Jika mengetahui atau mencurigai adanya upaya pembakaran hutan dan lahan, segera laporkan kepada pihak berwenang,” pungkasnya.

Reporter: Syafruddin Amir
Sumber: bitnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top