JAMBI — Pembersihan selokan dan saluran irigasi yang tersumbat material sedimen banjir menjadi prioritas utama di pusat Kota Kualasimpang. Sejumlah pekerja dan alat berat dikerahkan secara intensif untuk menguras tumpukan sampah dan lumpur dari drainase perkotaan. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi genangan air susulan yang dapat mengganggu aktivitas warga.
Aksesibilitas menjadi perhatian pertama pemerintah daerah. Jembatan baja utama yang melintasi sungai besar kini tengah menjalani proses pembersihan dan pengamanan struktural. Di kawasan permukiman, perbaikan jalan yang rusak akibat genangan air terus dikebut dengan mengerahkan alat berat untuk mengeruk dan menambal lubang.
“Pemulihan ini bukan sekadar mengembalikan apa yang rusak, melainkan momentum untuk membangun kembali Aceh Tamiang yang lebih kuat, tertata, dan lebih siap menghadapi tantangan alam,” ujar Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., di ruang kerjanya. Ia menargetkan pemulihan aksesibilitas logistik dan normalisasi saluran sanitasi selesai dalam jangka pendek agar roda ekonomi masyarakat kembali berputar normal.
Pemulihan tidak hanya menyasar aspek fisik, tetapi juga estetika lingkungan. Area perkantoran pemerintahan dan fasilitas umum yang terdampak banjir kini sedang menjalani renovasi dan penataan ulang. Lahan di pusat kota yang sebelumnya berlumpur mulai diratakan dan dipersiapkan untuk program penghijauan kembali.
Bupati Armia Pahmi menyampaikan apresiasi atas dukungan dari pihak swasta dan masyarakat. Ia menilai sinergi yang terbangun menjadi modal sosial terbesar dalam proses rekonstruksi. “Apresiasi tertinggi saya sampaikan kepada seluruh elemen masyarakat dan mitra swasta yang telah menunjukkan solidaritas luar biasa. Sinergi ini adalah modal sosial terbesar kita,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang memastikan kualitas mutu infrastruktur tetap terjaga selama proses akselerasi pemulihan di lapangan. Bupati juga berterima kasih kepada rekan-rekan media yang dinilai membangun optimisme publik melalui pemberitaan yang objektif dan edukatif.
Di akhir penjelasannya, Armia Pahmi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan optimis. Ia meminta warga bersama-sama menjaga infrastruktur serta lingkungan yang sedang dibenahi demi masa depan Aceh Tamiang yang lebih aman dan sejahtera.