Dalam program ini, siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi langsung menangani sepeda motor milik masyarakat. Seluruh aktivitas servis dilakukan di lingkungan sekolah di bawah pengawasan mekanik AHASS berpengalaman. Proses kerja mengikuti standar prosedur industri otomotif AHASS, mulai dari pemeriksaan awal hingga perawatan berkala.
Program ini juga membuka kesempatan bagi siswa dari jurusan lain untuk mengenal proses operasional layanan purna jual sepeda motor Honda. Wawasan mereka tentang dunia kerja di sektor otomotif pun semakin luas.
General Manager Service & Parts PT Sinar Sentosa Primatama, Erwin Susanto, menegaskan program ini merupakan upaya nyata menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. “Melalui Pos Service AHASS di SMK Binaan Honda, kami ingin memberikan pengalaman langsung kepada para siswa untuk merasakan proses pelayanan dan perawatan sepeda motor sesuai standar industri AHASS,” ujar Erwin.
Ia menambahkan, program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis siswa, tetapi juga membangun kesiapan mereka menghadapi dunia kerja. “Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata penguatan hubungan antara Honda dan SMK binaan dalam mencetak generasi yang kompeten dan siap bersaing,” katanya.
Kolaborasi antara AHASS dan SMK binaan ini sejalan dengan konsep Teaching Factory (TEFA) yang dikembangkan Astra Honda. Konsep tersebut menghadirkan proses pembelajaran berbasis industri di lingkungan sekolah, sehingga siswa memperoleh pengalaman kerja secara langsung.
Selain menjadi sarana pembelajaran, program Pos Service AHASS juga berfungsi sebagai media promosi bagi SMK binaan Honda. Sekolah-sekolah ini semakin dikenal masyarakat sebagai institusi pendidikan yang mengedepankan pendekatan praktik dan relevansi dengan kebutuhan industri.
Melalui program ini, Sinsen bersama AHM berharap dapat terus menghadirkan kontribusi positif bagi dunia pendidikan sekaligus menciptakan sumber daya manusia yang unggul, terampil, dan siap memasuki dunia kerja di masa depan.