SAROLANGUN — Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika memimpin rapat koordinasi TKPKD tahun 2026 di Aula Bappeda, Kamis (25/6/2026). Rapat ini dihadiri perwakilan BPS Sarolangun, Asisten I Sarolangun Muliyadi, Kepala Bappeda Ali Umar, Kadis Sosial Muhammad Idrus, pimpinan Bank Jambi Cabang Sarolangun Ardian Setiawan, para kepala OPD, serta camat se-Kabupaten Sarolangun.
Gerry mengungkapkan data terbaru yang mengejutkan. Angka kemiskinan di Kabupaten Sarolangun pada 2025 mencapai sekitar 28 ribu jiwa, naik dari sekitar 20 ribu jiwa pada 2024. Artinya, dalam satu tahun terjadi penambahan sekitar 8.000 jiwa miskin baru di daerah tersebut.
“Kemiskinan merupakan persoalan yang kompleks karena berkaitan dengan berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga kependudukan,” kata Gerry dalam sambutannya. Ia menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan sudah menjadi prioritas dalam RPJMD Kabupaten Sarolangun dan bukan hanya tanggung jawab OPD teknis semata.
Wabup Sarolangun menekankan perlunya kolaborasi kuat dan pemanfaatan data yang akurat. Menurutnya, berbagai program bantuan pemerintah harus disalurkan secara tepat sasaran agar bisa menekan angka kemiskinan yang melonjak.
“Dengan sinergi yang kuat serta data yang akurat, kita berharap bantuan pemerintah dapat tepat sasaran sehingga mampu menekan angka kemiskinan,” ujarnya. Pernyataan ini disampaikan di hadapan seluruh pemangku kepentingan yang hadir dalam rapat koordinasi tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, BPJS Kesehatan melaporkan bahwa Kabupaten Sarolangun telah mencapai cakupan Universal Health Coverage (UHC) Prioritas sebesar 100,3 persen. Capaian ini menunjukkan hampir seluruh warga sudah terlindungi jaminan kesehatan.
Rapat kemudian ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh peserta. Langkah ini menjadi bentuk dukungan dan kesepakatan untuk memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sarolangun ke depan.