JAKARTA — UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi memulai babak baru diplomasi akademik internasional dengan menggandeng Krirk University, Bangkok. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan langsung oleh Rektor UIN Jambi Prof. Dr. Kasful Anwar M.Pd. bersama Koordinator Pusat Layanan Internasional (PLKI) Dr. Dion Ginanto. Dari pihak Thailand, hadir Vice President for International Affairs Prof. Dr. Jaran Maluleem dan Dekan International Islamic College Bangkok (IICB) Dr. Sarawut Laesan.
Kerja sama ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kelembagaan melalui skema Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kedua universitas sepakat menjajaki kolaborasi di tiga bidang utama: penelitian bersama, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu, forum ilmiah internasional juga menjadi prioritas. UIN Jambi dan Krirk University akan saling mendukung penyelenggaraan konferensi serta mendorong partisipasi dosen dan mahasiswa di ajang akademik global.
Salah satu poin konkret dalam kesepakatan ini adalah program pertukaran akademik. Saat ini, tercatat 10 mahasiswa asal Thailand sedang menempuh studi di UIN Jambi. Angka tersebut, menurut pihak kampus, masih perlu ditingkatkan melalui implementasi kerja sama riil dengan Krirk University.
Program mobilitas mencakup pertukaran dosen, staf, dan mahasiswa (student and staff exchange). Langkah ini dinilai strategis untuk memperluas eksposur global sivitas akademika UIN Jambi di kancah regional.
Ketertarikan UIN Jambi pada Krirk University tidak lepas dari keberadaan International Islamic College Bangkok (IICB) yang memiliki fokus kuat pada ekosistem industri halal. Sektor ini dinilai potensial seiring pertumbuhan pasar halal global yang terus meningkat.
"Kita belum mempunyai kerja sama dengan kampus di Bangkok, apalagi kampus ini mempunyai concern dalam bidang halal industri. Kita perlu melakukan kerja sama yang mendalam dengan kampus Krirk University," ujar Rektor UIN Jambi Prof. Dr. Kasful Anwar.
Gayung bersambut, pihak Krirk University langsung menawarkan langkah konkret. Dekan IICB Dr. Sarawut Laesan mengundang delegasi UIN Jambi untuk hadir dalam forum ilmiah berskala besar yang akan digelar dalam waktu dekat.
"Bulan depan kami ada konferensi internasional yang selalu dihadiri lebih dari 2.000 peserta. Kami akan sangat senang jika UIN dapat menghadiri kegiatan tersebut, baik sebagai pemateri atau peserta," ungkap Sarawut Laesan.
Melalui kemitraan ini, kedua kampus berbasis Islam di Indonesia dan Thailand berharap dapat membangun jembatan akademik yang kokoh serta mencetak lulusan yang mampu bersaing di tingkat regional.