JAMBI — Laga perdana Grup A Piala AFF 2026 mempertemukan Indonesia dan Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor, pukul 20.30 WIB. Siaran langsung tersedia di Indosiar dan live streaming via Vidio. Tim besutan John Herdman di atas kertas lebih difavoritkan, tetapi sepak bola selalu menyimpan kejutan.
Sejak 1995, kedua tim telah berjumpa 17 kali di semua ajang. Indonesia memenangi 16 pertandingan, satu laga sisanya berakhir imbang 1-1 pada 27 April 1997 di kualifikasi Piala Dunia 1998. Di panggung Piala AFF, Garuda menyapu bersih enam pertemuan dengan kemenangan.
Produktivitas gol Indonesia juga mencolok. Gawang Kamboja total 76 kali dibobol oleh Garuda dalam rentang pertemuan itu. Rata-rata lebih dari empat gol per laga.
Mengacu data FIFA terbaru, Indonesia menempati peringkat 118, tepat di bawah Sudan. Sementara itu, Kamboja berada di posisi 175. Selisih 57 peringkat ini menjadi indikator kesenjangan kualitas, meski belum menjamin hasil akhir di lapangan.
John Herdman dihadapkan pada tekanan untuk memulai turnamen dengan kemenangan. Dukungan suporter di Pakansari diharapkan bisa mendongkrak performa skuad Garuda di laga yang disiarkan langsung Indosiar itu.
Kemenangan terbesar Indonesia atas Kamboja terjadi pada SEA Games 1995 dengan skor telak 10-0. Di Piala AFF, skor terbesar tercipta pada edisi 2004 saat Garuda menang 8-0. Satu-satunya hasil imbang terjadi saat kualifikasi Piala Dunia 1998, ketika laga berakhir 1-1 di kandang Kamboja.
Catatan historis itu menjadi bekal positif, tetapi sepak bola tidak bisa dihitung di atas kertas. Kamboja pasti berusaha memutus dominasi panjang Indonesia di pertemuan ke-18 mereka.