JAMBI — Memasuki masa kehamilan, rasa cemas dan bertanya-tanya itu wajar, Bun. Apalagi soal nutrisi, tanda bahaya, sampai persiapan melahirkan. Kabar baiknya, ibu hamil di Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, Jawa Timur, kini punya ruang belajar bersama lewat Kelas Ibu Hamil yang digelar Pemdes setempat pada Selasa (28/7/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar penyuluhan biasa. Para calon orang tua diajak untuk menjadikan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai "panduan hidup" selama hamil hingga anak tumbuh besar. Buku ini bukan cuma tempat mencatat hasil pemeriksaan dokter, tapi juga berisi informasi lengkap soal gizi, tanda bahaya, sampai perawatan bayi baru lahir.
Bidan Desa Labruk Lor, Luluk Masoefiah, menekankan bahwa Buku KIA sering kali dianggap remeh oleh sebagian ibu. Padahal, buku ini adalah media edukasi yang sangat penting untuk membantu keluarga memahami kondisi kehamilan.
"Buku KIA bukan sekadar buku catatan pemeriksaan. Di dalamnya terdapat banyak informasi yang dapat dipelajari ibu dan keluarga, mulai dari pemenuhan gizi, tanda bahaya kehamilan, hingga persiapan persalinan. Kami berharap setiap ibu membaca dan memanfaatkannya sebagai panduan selama masa kehamilan," ujar Luluk di Balai Desa Labruk Lor.
Jadi, mulai sekarang biasakan selalu membawa Buku KIA setiap kali periksa ke puskesmas atau bidan. Pencatatan yang lengkap akan membantu tenaga kesehatan memantau kondisi ibu dan janin secara berkesinambungan, sehingga pelayanan yang diberikan pun sesuai kebutuhan.
Selain soal Buku KIA, peserta kelas juga mendapat edukasi tentang pentingnya rutin mengonsumsi tablet tambah darah (TTD). Perawat Desa Labruk Lor, Ridha Septrivinta, menjelaskan bahwa zat besi sangat dibutuhkan untuk mencegah anemia pada ibu hamil sekaligus mendukung pertumbuhan janin.
"Pemeriksaan kehamilan secara rutin memungkinkan tenaga kesehatan mendeteksi faktor risiko lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Begitu pula dengan konsumsi tablet tambah darah yang sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan mendukung tumbuh kembang janin," jelasnya.
Anemia saat hamil bukan perkara sepele. Kondisi ini bisa membuat ibu lemas, mudah pusing, dan berisiko melahirkan bayi berat badan lahir rendah (BBLR). Konsumsi TTD secara teratur adalah salah satu langkah paling mudah dan efektif untuk mencegahnya.
Masih banyak ibu yang bingung, sebenarnya berapa kali sih harus periksa kehamilan? Tenaga kesehatan di Labruk Lor mengingatkan bahwa ibu hamil dianjurkan menjalani pemeriksaan minimal enam kali selama masa kehamilan.
Pemeriksaan rutin ini penting untuk memantau pertumbuhan janin, menjaga kesehatan ibu, mendeteksi faktor risiko lebih dini, dan mempersiapkan persalinan yang aman. Jangan sampai menunda periksa ya, Bun, karena kondisi ibu dan janin bisa berubah cepat.
Kepala Desa Labruk Lor, Abdullah, menegaskan bahwa kesehatan ibu hamil adalah investasi besar bagi masa depan desa. Pihaknya berkomitmen penuh mendukung kegiatan edukasi seperti Kelas Ibu Hamil melalui kolaborasi dengan Puskesmas Rogotrunan, bidan, kader kesehatan, dan masyarakat.
"Kesehatan ibu hamil merupakan investasi bagi masa depan desa. Karena itu, kami terus mendukung kegiatan edukasi seperti Kelas Ibu Hamil agar para calon orang tua memiliki bekal pengetahuan yang cukup dalam menjaga kesehatan ibu dan janin. Harapannya, semakin banyak ibu yang menjalani kehamilan dengan sehat, melahirkan dengan selamat, serta melahirkan generasi yang berkualitas," ujar Abdullah.
Upaya ini merupakan langkah strategis dalam pencegahan stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Dengan bekal pengetahuan yang cukup, diharapkan para calon orang tua di Labruk Lor semakin siap menjaga kesehatan sejak masa kehamilan, melahirkan bayi yang sehat, cerdas, dan bebas dari risiko stunting.