JAMBI — Anugerah tersebut diterima Kapolri bersama Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramesti. Dalam sambutannya, Listyo Sigit menyebut penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengikat tali persaudaraan antara institusi Polri dan keluarga besar perguruan pencak silat milik Muhammadiyah itu untuk terus mengabdi kepada bangsa.
Di hadapan peserta muktamar, Kapolri secara khusus menyoroti kondisi global yang tengah dilanda gejolak geopolitik dan ketidakpastian ekonomi. Ia menilai jaringan kader Tapak Suci yang tersebar luas memiliki posisi strategis untuk bersinergi dengan Polri dalam menjaga situasi tetap kondusif.
Ia mendorong seluruh elemen Tapak Suci berperan sebagai cooling system di tengah masyarakat. Menurut dia, organisasi ini bisa menjadi garda depan untuk mencegah konflik sosial, menangkal hoaks, serta membentengi generasi muda dari ancaman narkoba, judi online, dan kekerasan.
Langkah kolaboratif ini dinilai sejalan dengan penguatan program Sabuk Kamtibmas yang tengah digalakkan Polri.
Di sela sambutannya, Listyo Sigit juga mengapresiasi ketahanan ekonomi nasional. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,29 persen secara tahunan pada Triwulan II 2026 menjadi modal berharga di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Pernyataan ini disampaikannya bukan tanpa alasan. Menurut Kapolri, stabilitas keamanan dan stabilitas ekonomi merupakan dua hal yang saling berkaitan. Ketika kondisi keamanan terjaga, roda perekonomian dapat berputar dengan baik.
Pembukaan Muktamar XVI yang berlangsung sejak pukul 07.30 WIB ini diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi, Ikrar Tapak Suci, hingga pelantikan Pendekar Kehormatan. Acara puncak ditandai dengan penampilan Seni Pencak Budaya Tapak Suci Putera Muhammadiyah dan penyerahan apresiasi kepada sejumlah pihak.
Muktamar ini resmi dibuka oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir. Sejumlah pejabat negara turut hadir, antara lain Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Penasihat Khusus Presiden RI Muhadjir Effendy, Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol. (Purn) Ahmad Luthfi, serta Wakil Ketua Umum PB IPSI Letjen TNI Mohamad Hasan.
Kehadiran para pejabat tinggi ini menegaskan posisi Tapak Suci sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan yang memiliki pengaruh signifikan, baik dalam ranah olahraga, pendidikan, maupun sosial keagamaan di Indonesia.