7 Air Terjun Paling Indah di Jambi untuk Dijelajahi

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:05:31 WIB
air terjun terindah di Jambi. (Foto: NET)

JAMBI - Provinsi Jambi memiliki kekayaan alam yang menarik untuk ditelusuri, khususnya area pegunungan dan hutan di sisi barat provinsi ini.

Bagi penggemar wisata alam, air terjun terindah di Jambi menghadirkan sensasi berbeda karena banyak di antaranya terletak di tengah hamparan hijau dengan akses yang masih sangat alami.

Tidak sedikit pula air terjun terindah di Jambi yang menuntut perjalanan cukup berat sebelum pesona air yang jatuh dari tebing bisa dinikmati dari dekat.

Kehadiran destinasi ini tidak lepas dari kondisi geografis Jambi yang dipenuhi pegunungan, hutan hujan tropis, aliran sungai, dan lanskap vulkanik.

Kabupaten Kerinci dan Merangin menjadi dua daerah yang cukup populer dalam daftar objek wisata air terjun.

Sebagian lokasi bahkan berada di sekitar kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), area konservasi penting yang membentang di Jambi dan sejumlah provinsi lain di Sumatra.

Wisata air terjun di Jambi juga memiliki daya pikat bukan hanya dari segi keindahan visualnya. Sebagian lokasi menyimpan nilai geologi khusus, seperti Air Terjun Dukun Betuah yang masuk dalam catatan Warisan Geologi Indonesia.

Bentang alam di area tersebut berkaitan dengan aktivitas geologi Gunung Masurai serta proses tektonik Pulau Sumatra.

Pesona Alam Air Terjun di Jambi

Berikut adalah tujuh air terjun terindah di Jambi yang layak untuk dikunjungi.

1. Air Terjun Pancaro Rayo, Kerinci

Air Terjun Pancaro Rayo menjadi salah satu objek paling memukau di Kabupaten Kerinci. Airnya mengalir dari tebing setinggi kurang lebih 150 meter, menghasilkan kabut air yang bisa dirasakan dari area dasar air terjun.

Beberapa sumber lokal menyebut lokasi ini ada di Desa Koto Tuo, Kecamatan Keliling Danau.

Perjalanan menuju Pancaro Rayo menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman berwisata. Aksesnya tidak seperti tempat wisata yang bisa dijangkau langsung dari area parkir.

Catatan warga setempat menyebut perjalanan kaki bisa memakan waktu cukup lama, dengan hamparan vegetasi hijau dan kontur alam sebagai pemandangan di sepanjang rute.

Tingginya air terjun menjadi magnet utama, namun nuansa hutan di sekitarnya membuat perjalanan semakin berkesan.

Ada pula legenda yang melekat pada air terjun ini mengenai kisah tujuh bidadari.

Kisah tersebut sebaiknya dipahami sebagai folklor setempat, bukan sebagai catatan sejarah.

2. Air Terjun Telun Berasap, Kerinci

Telun Berasap merupakan destinasi alam yang cukup familiar di kawasan Kerinci. Nama "Telun Berasap" menggambarkan fenomena percikan air yang tampak seperti asap ketika aliran air menghantam ke bawah dengan deras.

Lokasinya berada di Desa Telun Berasap, Kecamatan Gunung Tujuh. Pemandangan sekitar didominasi hutan dan perbukitan yang menjadi bagian penting ekosistem Kerinci Seblat.

Salah satu daya tarik kawasan ini adalah jaraknya yang dekat dengan Danau Gunung Tujuh. Danau tersebut berada dalam area TNKS dan menjadi bagian dari lanskap pegunungan Kerinci.

Pemerintah melalui Ditjen KSDAE juga mencatat adanya aktivitas konservasi dan pembersihan sampah di kawasan Danau Gunung Tujuh, menunjukkan pentingnya menjaga lingkungan saat berwisata di lokasi tersebut.

Ketika sinar matahari mengenai butiran air pada sudut tertentu, pelangi bisa muncul di sekitar air terjun. Fenomena semacam ini membuat Telun Berasap terkenal di kalangan pegiat fotografi alam.

3. Air Terjun Dukun Betuah, Merangin

Air Terjun Dukun Betuah terletak di Desa Rantau Suli, Kecamatan Sungai Tenang, Kabupaten Merangin.

Destinasi ini memadukan air terjun, hutan, bebatuan, serta jalur perjalanan yang cukup menantang.

Pemerintah Kabupaten Merangin mencatat jarak lokasi air terjun sekitar 95 kilometer dari Bangko.

Setelah tiba di area permukiman, perjalanan masih berlanjut menuju lokasi dengan medan yang butuh kewaspadaan ekstra.

Jalur berbatu dan kondisi alam yang terjal menjadi bagian dari tantangan perjalanan.

Hal menarik, Dukun Betuah juga bernilai geologi. Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat adanya lava andesit-basalt, scoria basalt, tuf pasiran, serta struktur kekar pada batuan di sekitar air terjun.

Karena karakter tersebut, lokasi ini bukan hanya indah secara visual, tetapi juga berguna untuk edukasi geologi dan pariwisata.

Bagi pelancong yang menyukai destinasi alami dengan suasana jauh dari hiruk pikuk kota, Dukun Betuah menawarkan pengalaman yang dekat dengan lanskap hutan Merangin.

4. Air Terjun Renah Sungai Besar, Bungo

Air Terjun Renah Sungai Besar berada di Desa Renah Sungai Besar, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo.

Air terjun ini punya karakter yang berbeda dari Pancaro Rayo atau Dukun Betuah karena ketinggiannya lebih rendah, namun tetap menarik berkat lingkungan hijau yang mengelilinginya.

Aliran air yang jatuh membentuk kolam alami di bagian bawah. Area seperti ini sering menjadi tempat bersantai menikmati alam, meskipun kondisi keamanan perlu dicek sebelum masuk ke kolam.

Pepohonan yang rimbun membuat kawasan air terjun terasa sejuk. Suara gemericik air, udara yang lebih dingin, dan minimnya kebisingan kendaraan menjadi daya tarik tersendiri untuk wisata alam yang menenangkan.

5. Air Terjun Segerincing, Merangin

Air Terjun Segerincing terletak di Desa Tuo, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin. Air terjun ini memiliki aliran yang turun dari tebing tinggi dan berada di tengah lingkungan yang masih asri.

Sumber wisata setempat menyebut ketinggian Segerincing berkisar puluhan meter. Perbedaan angka ketinggian di berbagai sumber membuat angka pasti sebaiknya tidak dijadikan patokan tunggal.

Daya tarik utamanya justru terletak pada lanskap air terjun dan sungai yang ada di bawahnya.

Kawasan ini juga dikaitkan dengan keberadaan ikan semah. Pemerintah Kabupaten Merangin dalam informasi pariwisata terbarunya menyebut Air Terjun Segerincing sebagai salah satu daya tarik di Lembah Masurai, dengan aliran air jernih dan ikan semah yang menjadi bagian dari ekosistem sungai setempat.

Untuk fotografi, waktu dengan pencahayaan cukup dan debit air yang stabil bisa menghasilkan gambar yang lebih dramatis, terutama ketika muncul bias cahaya di sekitar percikan air.

6. Air Terjun Talang Kemulun, Kerinci

Air Terjun Talang Kemulun menjadi salah satu destinasi dengan bentuk aliran yang sangat khas.

Airnya mengalir melewati batuan bertingkat hingga membentuk rangkaian air terjun berundak yang disebut mencapai sekitar 12 tingkat.

Lokasinya berada di Desa Talang Kemulun, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci.

Kawasan ini berkaitan dengan lanskap Taman Nasional Kerinci Seblat sehingga perjalanan menuju air terjun menampilkan pemandangan hutan tropis dan suasana pedesaan.

Salah satu hal yang menarik dari Talang Kemulun adalah rute menuju lokasi. Jalur trekking menjadi bagian penting dari pengalaman karena rute bisa melewati perkebunan warga sebelum masuk ke area yang lebih berhutan.

Kondisi jalan bisa menjadi licin setelah hujan sehingga alas kaki dengan daya cengkeram baik sangat disarankan.

Karakter bertingkat membuat air terjun ini memiliki banyak sudut pandang untuk fotografi. Setiap undakan menawarkan komposisi lanskap yang berbeda, terutama ketika aliran air tampak menyatu dengan pepohonan hijau.

7. Air Terjun Renah Pemetik, Kerinci

Air Terjun Renah Pemetik termasuk destinasi alam yang menawarkan suasana hutan relatif alami. Lokasinya berada di wilayah Kerinci dan dikaitkan dengan kawasan hutan di sekitar TNKS.

Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 65 meter berdasarkan informasi yang dipakai dalam berbagai materi wisata lokal.

Daya pikat utamanya bukan hanya tinggi aliran, melainkan suasana hutan yang mengelilingi lokasi.

TNKS sendiri memiliki peran penting dalam konservasi ekosistem pegunungan Sumatra. Dokumen resmi KSDAE mencatat kawasan Kerinci Seblat mencakup berbagai tipe ekosistem, mulai dari hutan pegunungan bawah hingga hutan pegunungan atas dan subalpin.

Karena itu, perjalanan menuju destinasi alam di sekitar kawasan konservasi perlu dilakukan dengan prinsip wisata bertanggung jawab.

Menjaga jalur, tidak mengambil tumbuhan, tidak mengganggu satwa, serta membawa kembali sampah merupakan bagian penting dari pengalaman berwisata.

Tips Aman Jelajah Air Terjun di Jambi

Sebagian air terjun di Jambi bukan destinasi dengan fasilitas wisata lengkap. Kondisi tersebut justru menjadi daya tarik, tetapi juga menuntut persiapan yang lebih serius.

Pertama, cek kondisi cuaca sebelum berangkat. Hujan di kawasan hulu bisa menaikkan debit sungai secara drastis sehingga area sekitar air terjun berpotensi menjadi licin dan berbahaya.

Kedua, gunakan sepatu atau sandal khusus aktivitas outdoor yang punya daya cengkeram baik.

Ketiga, bawa air minum, makanan ringan, obat pribadi, jas hujan, pakaian ganti, dan kantong untuk membawa kembali sampah.

Jangan bergantung pada keberadaan warung di sekitar lokasi karena beberapa destinasi masih minim fasilitas.

Data Jejaring Desa Wisata Kementerian Pariwisata, misalnya, masih mencatat Air Terjun Dukun Betuah sebagai desa wisata rintisan dengan fasilitas wisata yang belum tercantum lengkap.

Keempat, penggunaan jasa pemandu lokal bisa menjadi pilihan bijak untuk destinasi dengan jalur yang belum familiar.

Selain membantu navigasi, langkah tersebut turut mendukung ekonomi masyarakat sekitar.

 

Reporter: Redaksi
Back to top