IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.337, Pengamat: Pidato Prabowo Jadi Pemicu Minat Beli Investor

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:55:31 WIB
Suasana perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia terpantau ramai saat IHSG ditutup menguat ke level 6.337,19 pada Jumat.

JAKARTA — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I, Jumat, ditutup di zona hijau. Indeks bertengger di level 6.337,19 setelah menguat 35,42 poin atau 0,56 persen, dengan frekuensi transaksi mencapai 1.031.000 kali dan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 17,04 miliar lembar senilai Rp6,47 triliun.

Pengamat pasar modal Elandry Pratama mengatakan, pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 menjadi katalis yang memperkuat aksi beli investor. Ia menyebut pernyataan presiden mampu menjadi sentiment booster bagi pasar.

"Statement Pak Prabowo (Subianto) bisa menjadi sentiment booster yang memperkuat minat beli, kemudian direspons pasar melalui kenaikan harga saham," ujar Elandry saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Minat Beli Sementara Terkonsentrasi di Saham BUMN

Menurut Elandry, aksi beli yang terjadi saat ini memang lebih dulu mengarah ke saham-saham perusahaan pelat merah. Hal ini sejalan dengan sejumlah perusahaan BUMN yang disebut langsung oleh Presiden Prabowo dalam pidatonya.

"Mungkin jika dikaitkan dengan pidato hari ini, minat beli memang lebih terarah ke saham-saham BUMN terlebih dahulu. Seperti yang kita tau, BUMN dapat menjadi eksekutor pemerintah yang cepat dan taktis dalam menjalankan berbagai program maupun menyelaraskan strategi bisnis dengan kebijakan pemerintah," jelasnya.

Fundamental Emiten dan Ancaman Profit Taking

Kendati momentum penguatan terlihat menjanjikan, Elandry mengingatkan agar pelaku pasar tetap mencermati fundamental emiten. Ia menegaskan, kenaikan indeks yang didorong sentimen semata biasanya hanya bertahan dalam jangka pendek.

"Namun harapan penguatan lebih lanjut perlu diikuti oleh perbaikan fundamental dan kinerja emiten, tanpa mengesampingkan kondisi serta sentimen global saat ini," katanya.

Ia juga mengingatkan adanya potensi aksi ambil untung atau profit taking yang masih membayangi pergerakan pasar. "Adanya potensi profit taking tetap membayangi, karena penguatan yang didorong sentimen seperti ini biasanya cenderung bersifat jangka pendek," ujar Elandry.

Pidato Kenegaraan Jadi Sorotan Pelaku Pasar

Elandry menilai pidato kenegaraan Presiden Prabowo akan menjadi salah satu market-moving event yang dinantikan pelaku pasar. Perhatian utama tertuju pada penegasan arah kebijakan ekonomi, fiskal, investasi, hingga stimulus.

"Pidato kenegaraan Presiden Prabowo akan menjadi salah satu market-moving event yang cukup diperhatikan pelaku pasar, terutama jika ada penegasan mengenai arah kebijakan ekonomi, fiskal, investasi, dan stimulus," tuturnya.

Dalam pidato Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027, pelaku pasar disebut akan mencermati target pertumbuhan ekonomi, defisit anggaran, asumsi kurs Rupiah, strategi pembiayaan, serta program pemerintah yang dapat mendorong konsumsi dan investasi.

Sebelumnya, Badan Anggaran DPR RI melaporkan Program Kerja Prioritas Nasional 2027 terdiri dari delapan klaster. Cakupannya meliputi kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan, ketahanan bencana, ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan kemiskinan.

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top