JAMBI — Fenomena pemain Inggris merumput di luar Premier League tak lagi sekadar mencari menit bermain. Gelombang eksodus ke liga-liga kaya seperti Arab Saudi dan kompetisi Eropa top kini didorong oleh nilai kontrak yang sulit ditolak, mengubah peta persaingan gaji global.
Berdasarkan data yang dihimpun GiveMeSport pada Agustus 2026, Toney yang membela Al Ahli menerima sekitar 414.006 poundsterling per pekan. Jika dikonversi dengan kurs Rp22.000 per poundsterling, nilainya menembus angka Rp9,1 miliar setiap tujuh hari.
Kane hanya terpaut tipis di belakangnya. Striker Bayern Munich itu mengantongi sekitar £410.393 per pekan atau setara Rp9,03 miliar. Produktivitas menjadi alasan utama mengapa nilai kontrak Kane tetap berada di level tertinggi, dengan catatan impresif 146 gol dari 147 penampilan bersama klub Jerman tersebut.
Persaingan ketat terjadi di lini tengah dan belakang. Jude Bellingham menempati posisi ketiga dengan bayaran mingguan mencapai £341.940 atau sekitar Rp7,52 miliar. Usianya yang baru menginjak 23 tahun membuat angka tersebut semakin mencolok, sekaligus menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain termahal di La Liga saat ini.
Rekan setimnya di Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, tak ketinggalan. Bek kanan asal Inggris itu berada di urutan keempat dengan gaji £273.650 per pekan, setara dengan Rp6,02 miliar. Kehadiran dua nama ini menunjukkan daya tarik Los Blancos terhadap pemain-pemain kunci Timnas Inggris.
Melengkapi lima besar, Anthony Gordon menjadi pendatang baru dalam daftar ini setelah resmi meninggalkan Newcastle United. Kepindahannya ke Barcelona dilaporkan memberinya penghasilan sekitar £196.989 per pekan atau setara Rp4,33 miliar.
Daftar ini membuktikan bahwa daya tarik finansial kini menjadi faktor penentu utama bagi pemain Inggris untuk berkarier di luar negeri. Klub-klub kaya dari Timur Tengah hingga raksasa Eropa siap membayar mahal untuk mendapatkan jasa para bintang, menjadikan persaingan pasar transfer semakin kompetitif.