JAMBI — Perayaan Hari Kemerdekaan tahun ini berjalan di tengah duka bencana. Tagar 'Pray for NTT' menjadi salah satu topik terpopuler di X, menggeser sebagian besar percakapan yang biasanya didominasi konten lomba dan upacara bendera. Kombinasi topik ini menciptakan suasana diskusi yang lebih reflektif dari tahun-tahun sebelumnya.
Akun @Sadam menjadi salah satu yang paling vokal menyuarakan keprihatinan. Ia secara eksplisit meminta para pejabat untuk menahan diri dari euforia berlebihan di tengah musibah yang menimpa warga NTT.
"Please pejabat jangan pada joget-joget rayain 17 Agustus, inget gempa NTT. Pray for NTT," tulis @Sadam di akunnya.
Kritik serupa disampaikan @bunnyblum dengan nada satire. Ia menyindir kondisi masyarakat yang harus "bertahan hidup" di tengah situasi ekonomi dan bencana yang melanda, bukan merayakan dengan lomba-lomba khas kemerdekaan.
Di luar konteks bencana, tagar '17 Agustus' juga memicu diskusi tentang esensi kemerdekaan. Akun @Joe mengingatkan pengikutnya tentang harga mahal dari kata "Merdeka" yang kerap dilupakan di balik gemerlap perayaan.
"17 Agustus sebagai pengingat betapa mahalnya kata Merdeka. Merah putih di hati, Indonesia di setiap langkah. Dirgahayu Republik Indonesia ke 81," tulis @Joe.
Sentimen serupa datang dari @Rohta yang menyuarakan harapan agar kemerdekaan tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Ia menekankan bahwa kemajuan Indonesia harus diukur dari keadilan, keamanan, dan kesejahteraan rakyatnya, bukan sekadar upacara dan pemasangan bendera.
Kritik terhadap kesenjangan juga mewarnai perbincangan. Akun @magnetism menyampaikan doa dan harapannya agar kemerdekaan membawa manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya kalangan pejabat.
"Dirgahayu Republik Indonesiaku jaya dan makmur untuk semua masyarakat bukan cuman untuk para pejabat," ujar @magnetism.
Tagar 'Upacara' juga ikut meramaikan X, seiring digelarnya upacara peringatan HUT ke-81 RI di berbagai instansi dan daerah pada 17 Agustus 2026. Meski begitu, momen tahun ini meninggalkan catatan tersendiri bagi warganet, di mana semangat nasionalisme harus berjalan beriringan dengan solidaritas kemanusiaan terhadap sesama anak bangsa yang tertimpa musibah.