JAMBI — Fluktuasi harga pangan nasional kembali terpantau di tingkat pedagang eceran. Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dikelola Bank Indonesia, data yang dilansir Rabu pukul 07.24 WIB menunjukkan pergerakan harga yang cukup dinamis pada komoditas bumbu dapur dan sumber protein hewani.
Cabai rawit merah masih bertengger di level tertinggi dengan harga Rp67.350 per kg. Angka ini jauh lebih mahal dibandingkan cabai rawit hijau yang tercatat Rp56.200 per kg. Selisih lebih dari Rp11.000 ini cukup signifikan dan perlu diwaspadai ibu rumah tangga yang biasa berbelanja mingguan.
Untuk cabai merah besar, PIHPS mencatat harga Rp49.250 per kg, sedangkan cabai merah keriting sedikit lebih mahal di angka Rp51.300 per kg. Di kelompok bawang, harga bawang merah berada di level Rp39.000 per kg, sementara bawang putih lebih tinggi tipis di angka Rp40.200 per kg. Kombinasi cabai dan bawang yang merangkak naik ini berpotensi menekan daya beli rumah tangga yang bergantung pada bumbu dapur harian.
Di tengah harga daging yang terus meninggi, telur ayam ras masih menjadi sumber protein paling ekonomis. PIHPS mencatat harga telur ayam ras nasional berada di angka Rp29.350 per kg — angka yang relatif stabil dan masih terjangkau untuk kebutuhan gizi harian keluarga.
Sebagai perbandingan, daging ayam ras segar dibanderol Rp41.750 per kg. Sementara itu, daging sapi kualitas I mencapai Rp151.400 per kg dan kualitas II berada di Rp142.450 per kg. Selisih harga yang sangat lebar antara telur dan daging sapi — hampir lima kali lipat — menjadikan telur sebagai pilihan rasional bagi masyarakat yang ingin memenuhi kebutuhan protein tanpa menguras kantong.
Beras kualitas super I tercatat di harga Rp17.750 per kg, sedangkan kualitas super II berada di angka Rp17.250 per kg. Untuk kelas menengah, beras kualitas medium I dan II masing-masing dibanderol Rp16.500 dan Rp16.300 per kg. Adapun beras kualitas bawah I dan II dijual di harga Rp14.800 dan Rp14.650 per kg.
Rentang harga beras yang cukup lebar — dari Rp14.650 hingga Rp17.750 — memberi ruang bagi konsumen untuk menyesuaikan pembelian dengan anggaran. Yang perlu dicermati, gap antara beras kualitas bawah dan super mencapai lebih dari Rp3.000 per kg, sehingga keputusan memilih kualitas beras berdampak langsung pada pengeluaran bulanan.
Gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.300 per kg, sementara gula pasir lokal lebih murah di angka Rp19.050 per kg. Untuk minyak goreng, harga curah berada di level Rp20.450 per liter — pilihan paling ekonomis dibandingkan minyak kemasan bermerek I yang mencapai Rp24.300 per liter dan kemasan bermerek II di harga Rp23.500 per liter.
Dari data PIHPS hari ini, ada tiga hal yang layak dicermati. Pertama, cabai rawit merah yang menyentuh Rp67.350 per kg merupakan level tertinggi di antara semua komoditas bumbu dapur — ini sinyal bahwa pasokan cabai di beberapa daerah masih belum pulih. Kedua, disparitas harga daging sapi yang mencapai Rp151.400 membuat komoditas ini semakin sulit dijangkau kelas menengah bawah. Ketiga, telur ayam ras di Rp29.350 per kg masih menjadi "penyelamat" protein murah di tengah gejolak harga pangan lainnya.
Bagi konsumen yang ingin mengatur belanja lebih efisien, memantau data PIHPS secara berkala bisa menjadi acuan. Informasi harga riil di pasar ini membantu menentukan kapan waktu yang tepat untuk membeli dalam jumlah besar dan komoditas mana yang sebaiknya ditunda pembeliannya.