Terry Dyson Meninggal di Usia 91 Tahun: Legenda Tottenham yang Ukir Hattrick di Derby London Utara

Penulis: Hamzah Effendi  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 04:34:01 WIB
Tottenham Hotspur mengonfirmasi kepergian Terry Dyson pada Kamis (7/11) di usia 91 tahun.

JAMBI — Kabar duka menyelimuti London Utara. Tottenham Hotspur mengonfirmasi kepergian Terry Dyson pada Kamis (7/11) di usia 91 tahun. Dyson meninggalkan warisan besar sebagai bagian dari skuad bersejarah Spurs yang meraih Double pada musim 1960-61.

Tottenham menyampaikan belasungkawa mendalam melalui pernyataan resmi klub. "Klub sangat berduka mendengar kabar kepergian mantan pemain kami, Terry Dyson, di usia 91 tahun. Terry adalah bagian penting dari tim yang memenangkan Double pada 1961 dan mencetak gol di Final Piala FA," demikian bunyi pernyataan yang dikutip dari laman resmi klub.

Hattrick Bersejarah yang Tak Pernah Terulang

Momen paling ikonik Dyson justru terjadi di awal musim 1961-62. Ia tercatat sebagai satu-satunya pemain Tottenham dalam sejarah yang membukukan hattrick ke gawang Arsenal di derbi London Utara—sebuah rekor yang bertahan hingga kini.

Salah satu gol dalam hattrick tersebut menyimpan cerita menarik. Dyson mengakui bahwa gol kedua yang ia cetak mengenai tangannya sebelum masuk ke gawang. "Salah satunya mengenai tangan saya. Bola memantul, mengenai tangan saya dan saya langsung melepaskan tembakan. Para pemain Arsenal marah besar," kenang Dyson dalam wawancara tahun 2020 silam.

"Mereka mengejar wasit, tapi wasit tidak melihatnya. Saya tidak melakukannya dengan sengaja, tapi bola memang mengenai tangan dan saya langsung menendangnya. Mencetak hattrick itu luar biasa dan belum ada yang bisa melakukannya lagi sejak saat itu. Ada sundulan, kaki kiri, dan kaki kanan. Sempurna," tambahnya.

Dari Scunthorpe ke Panggung Eropa

Karier Dyson di Tottenham berlangsung selama satu dekade dengan 209 penampilan dan 55 gol. Puncaknya terjadi pada 1963 ketika ia mencetak dua gol dalam kemenangan telak 5-1 atas Atletico Madrid di final Piala Winners. Kemenangan itu membawa Spurs menjadi klub Inggris pertama yang menjuarai kompetisi Eropa.

Setelah meninggalkan Tottenham, Dyson melanjutkan karier di Fulham, Colchester United, dan Guildford. Meski dikenal rendah hati, ia pernah mengungkapkan bagaimana rasanya mendapat pujian dari manajer legendaris Bill Nicholson yang dikenal perfeksionis.

"Dia tidak mudah memberikan pujian, tapi dia bilang 'bagus' dan saya hanya bisa menjawab 'Oh terima kasih, Bill'. Malam itu kami keluar dan minum bersama. Sungguh menakjubkan, saat itu kami tidak menyadarinya, tapi momen itu tercatat dalam sejarah," ujar Dyson mengenang reaksinya setelah mencetak hattrick melawan Arsenal.

Reporter: Hamzah Effendi
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top