JAMBI — Masa berkendara gratis di ruas tol penghubung Sumatra Selatan dan Jambi akan segera berakhir. PT Hutama Karya (Persero) memastikan seluruh aspek pelayanan, mulai dari transaksi gerbang hingga pemantauan lalu lintas, telah disiapkan maksimal untuk menyambut pengoperasian berbayar Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Simpang Ness.
Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, mengungkapkan bahwa ruas tol ini sebelumnya sengaja dioperasikan tanpa tarif sebagai masa pengenalan. Segmen Bayung Lencir-Tempino mulai melayani kendaraan sejak 17 Oktober 2024, disusul Segmen Tempino-Simpang Ness pada 14 September 2025.
“Pengoperasian tanpa tarif memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal dan merasakan langsung manfaat jalan tol ini. Dalam waktu dekat, ruas ini akan memasuki tahap pengoperasian bertarif,” kata Iwan dalam keterangan resminya, Jumat (21/8/2026).
Menjelang pemberlakuan tarif, Hutama Karya telah menyiapkan tiga gerbang tol, yakni Gerbang Tol Pijoan, Muaro Sebapo, dan Bayung Lencir. Ketiganya dilengkapi gardu entrance, exit, gardu reversible, serta mobile reader untuk mempercepat transaksi dan mengantisipasi kepadatan di jam sibuk.
“Kami memastikan seluruh aspek pelayanan, mulai dari transaksi di gerbang tol, kesiapan armada layanan, hingga sistem pemantauan lalu lintas terus kami optimalkan agar pengguna jalan memperoleh perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar,” jelas Iwan.
Dari sisi operasional, sebanyak 22 unit armada disiagakan, terdiri dari lima kendaraan patroli, satu kendaraan rescue, dua ambulans, enam kendaraan derek, tiga kendaraan keamanan, tiga kendaraan Patroli Jalan Raya (PJR), satu skylift, dan satu water tank. Ruas ini juga dipantau oleh 104 kamera CCTV serta enam Variable Message Sign (VMS) yang tersebar di sepanjang jalur untuk memberi informasi lalu lintas secara real-time kepada pengendara.
Kehadiran tol ini bukan sekadar memangkas waktu tempuh. Sebelumnya, perjalanan di koridor Bayung Lencir-Simpang Ness bisa memakan waktu sekitar dua jam. Kini, dengan kecepatan normal, pengendara hanya butuh sekitar 40 menit untuk menempuh jarak yang sama.
Iwan menambahkan, efisiensi waktu tersebut diharapkan mendorong kelancaran mobilitas orang dan barang, sekaligus memberi dampak positif bagi aktivitas perekonomian antardaerah di Sumatra. “Menjelang pemberlakuan tarif, kami mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi yang akan disampaikan melalui kanal komunikasi Hutama Karya,” ujarnya.
Bagi pengguna jalan yang terbiasa melintas gratis, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum memasuki tol berbayar. Hutama Karya mengimbau pengendara untuk memastikan kartu uang elektronik dalam kondisi baik dan saldo mencukupi, karena transaksi di gerbang tol kini menggunakan sistem nontunai.
Selain itu, pengendara diminta mematuhi rambu dan batas kecepatan, menjaga jarak aman, serta tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah. Hutama Karya akan terus melakukan sosialisasi bertahap kepada masyarakat mengenai skema tarif dan mekanisme transaksi sebelum ruas ini resmi berbayar.
Ruas Bayung Lencir-Simpang Ness merupakan bagian penting dari jaringan JTTS yang membentang dari Lampung hingga Aceh. Beroperasinya tol ini secara berbayar menandakan kesiapan infrastruktur pendukungnya, sekaligus menutup masa transisi bagi pengguna jalan yang selama ini menikmati akses gratis.