Pohon Pinang Jadi Tiang Listrik 3 Tahun di Tanjab Barat, Dinas Perkim Janji Turun Sore Ini

Penulis: Hamzah Effendi  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:01:01 WIB
Lima batang pohon pinang penyangga jaringan listrik di Tanjab Barat akan segera ditangani Dinas Perkim pada sore ini.

TANJAB BARAT — Lima batang pohon pinang yang dijadikan tiang penyangga jaringan listrik di RT 14, Kelurahan Bramitam Kiri, Kecamatan Bramitam, akhirnya mendapat respons cepat dari Dinas Perkim Tanjung Jabung Barat. Kabid Kawasan Permukiman Dinas Perkim, Rizal Herliawan, ST, yang akrab disapa Cecep, memastikan timnya akan segera turun ke lapangan.

“Nanti kita atur jadwal, tim akan menemui RT nya untuk koordinasi. Kami kalau ada laporan masuk, kami rekap dan tim yang mengatur jadwalnya. Karena perbaikan sudah dijadwalkan, biar kerjanya maksimal,” ungkapnya saat dikonfirmasi awak media, Minggu (23/8/2026) siang.

Respons Cepat Dinas Perkim dan Konfirmasi RT Setempat

Janji tersebut dibenarkan oleh Ketua RT 14, Apul. Ia menyatakan pihaknya telah dihubungi langsung oleh Dinas Perkim dan tim akan datang sore ini.

“Katanya sore ini pihak dinas akan turun ke lokasi,” ujarnya singkat.

Kabar ini disambut lega oleh warga setempat. Sejumlah warga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah melalui Dinas Perkim yang dinilai cepat tanggap terhadap aduan masyarakat.

“Alhamdulillah, tak lupa juga kami sampaikan ucapan terima kasih kepada rekan media yang telah membantu menyampaikan aspirasi warga melalui pemberitaan,” ucap salah seorang warga.

Sudah Tiga Tahun, Warga Mengaku Belum "Merdeka" dari Ketidakamanan

Keluhan ini mencuat di tengah peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81. Warga RT 14, Sungai Saren, menyoroti kondisi lima batang pohon pinang yang sudah miring dan dikhawatirkan roboh sewaktu-waktu, terutama saat diterpa angin kencang atau hujan deras.

Lokasi titik rawan tersebut berada di jalur yang mengarah ke Parit 10. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan warga yang melintas maupun yang bermukim di sekitar lokasi.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekhawatirannya. Ia menilai penggunaan pohon pinang sebagai penyangga jaringan listrik sudah terlalu lama dan tidak layak.

“Di hari kemerdekaan ini, rasanya kami belum merdeka dari ketidakamanan. Jangan sampai menunggu pohonnya roboh terlebih dahulu baru dilakukan perbaikan. Sudah tiga tahun lebih kami bertahan dengan kondisi seperti ini,” ujarnya.

Harapan Warga: Ganti dengan Tiang Standar yang Kokoh

Warga berharap kelima penyangga jaringan listrik tersebut segera diganti dengan tiang listrik yang memenuhi standar dan kokoh, seperti yang terpasang di wilayah lainnya. Perbaikan permanen dinilai penting untuk menghilangkan rasa was-was dan memastikan keamanan warga dalam beraktivitas sehari-hari.

Reporter: Hamzah Effendi
Sumber: liputanjambi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top