Tesla FSD v14 Lite Tabrak Log di Tengah Jalan, Pemilik: Mobilnya Tak Berhenti Sama Sekali

Penulis: Syafruddin Amir  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 21:51:31 WIB
Mobil listrik Tesla menabrak batang kayu di tengah jalan saat sistem Full Self-Driving v14.1 Lite aktif di Jambi.

JAMBI — Pemilik mobil listrik Tesla membagikan rekaman dashcam yang memperlihatkan mobilnya melaju lurus melewati batang kayu yang melintang di jalan. Peristiwa terjadi saat sistem Full Self-Driving (FSD) v14.1 Lite aktif, dan mobil sama sekali tidak mengerem atau mengurangi kecepatan. Video yang diunggah pengguna X @donvarri pada 21 Agustus itu telah ditonton lebih dari 800.000 kali.

Dalam rekaman berdurasi singkat, mobil melaju di jalan pedesaan yang basah dan berkabut dengan kecepatan 32 mph. Visualisasi "Self-Driving" aktif di layar. Begitu batang kayu terlihat di jalur, mobil justru melindasnya tanpa perlambatan. Pemilik mengonfirmasi kendaraannya adalah Tesla Hardware 3 yang menjalankan build v14.1 Lite terbaru.

Bukan Insiden Pertama, HW3 Kembali Jadi Sorotan

FSD v14 Lite adalah versi terkompresi dari model v14 yang dirancang untuk Hardware 4, dipaksa berjalan di komputer AI3 pada HW3 yang hanya punya RAM 8GB dan bandwidth sekitar seperdelapan dari hardware baru. Sejak dirilis Juni lalu, keluhan pemilik terus berdatangan.

Sejumlah pemilik melaporkan komputer HW3 mengalami overheating saat memproses beban tambahan, memicu kode error APP_w141_ECU_Thermal_Issue saat suhu melewati 90 derajat Celsius. Beberapa kasus bahkan mencatat suhu mencapai 96 derajat Celsius. Sistem sempat menampilkan peringatan "red hands" dan memaksa pengemudi mengambil alih kemudi, bahkan ada komputer yang mati total dan harus diganti.

Tesla sebenarnya sudah merilis v14.1 Lite untuk mengatasi masalah panas berlebih tersebut. Namun insiden batang kayu ini justru terjadi pada build yang seharusnya sudah diperbaiki. Masalah yang lebih besar belum terselesaikan: HW3 disebut tidak mampu menghadirkan otonomi penuh tanpa pengawasan yang pernah dijanjikan. Tesla sendiri telah mengakui tidak punya rencana jelas untuk mencapai target itu, padahal sekitar 4 juta unit terjual dengan label "full self-driving capable" seharga hingga USD 15.000.

Kutipan Pemilik: "Dua Hal Ini Bisa Benar Sekaligus"

Kolom komentar langsung ramai menjadi perdebatan soal siapa yang salah. Banyak yang menyalahkan pemilik karena tidak fokus mengawasi jalan dan tidak segera mengambil alih.

Pemilik menjawab dengan pernyataan yang menggambarkan inti masalahnya: "2 things can be true I should have been paying attention but the car definitely should have stopped." Ia juga menegaskan bukan pembenci Tesla, sudah menempuh 70.000 mil, dan menyebutnya mobil terbaik yang pernah dimilikinya.

Salah satu komentar menuding pengemudi sengaja membiarkan hal itu terjadi demi merekam video. Namun argumen yang lebih masuk akal adalah soal complacency — rasa nyaman berlebihan. Semakin mulus FSD menangani situasi rutin, semakin rileks pengemudi. Pada titik itulah sistem gagal mengenali rintangan yang seharusnya terlihat jelas dari jarak jauh.

Dua Kesalahan: Pengemudi Lalai dan Sistem Gagal Deteksi

Keduanya benar. Pengemudi seharusnya memperhatikan jalan, dan mobil seharusnya berhenti saat ada batang kayu di tengah jalan pada kecepatan 32 mph. Menyalahkan pengemudi sepenuhnya mengabaikan kegagalan sistem, sementara menyalahkan sistem mengabaikan fungsi dasar pengawasan manusia.

Insiden ini mengingatkan pada kecelakaan serupa yang pernah terjadi hampir satu dekade lalu pada Model 3, yang mengakibatkan biaya perbaikan suspensi dan rangka mencapai sekitar USD 15.000. Menabrak batang kayu solid di kecepatan 32 mph diperkirakan jauh lebih parah, dan kendaraan dalam video ini berpotensi dinyatakan total jika bagian bawah bodi mengalami kerusakan parah.

Masalah complacency ini sejatinya adalah masalah desain, bukan sekadar kesalahan pengemudi. Tesla terus memaksakan software yang lebih canggih ke hardware yang sudah diakui tidak mampu menjalankan tugasnya. Hasilnya adalah sistem yang cukup mulus untuk membuat pengemudi lengah, tapi cukup rapuh untuk melindas batang kayu di depannya. Pemilik HW3 telah membayar mahal untuk fitur otonomi. Pertanyaannya, apa yang sebenarnya mereka dapatkan?

Reporter: Syafruddin Amir
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top