Harga RAM DDR5 6000 32GB Tembus Rp 6,6 Juta, Naik 400% dari Harga Terendah

Penulis: Ramli Ahmad  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 00:54:01 WIB
Harga RAM DDR5 6000 32GB di ritel global tercatat mencapai Rp 6,6 juta, naik 400 persen dari harga terendahnya.

JAMBI — Kabar buruk bagi para perakit PC di Indonesia. Harga RAM DDR5 dengan kecepatan 6.000 MT/s yang selama ini dianggap sebagai titik manis antara performa dan harga, kini meroket tak terkendali. Berdasarkan pantauan harga yang dilakukan PCPartPicker, kit Corsair Vengeance 32GB DDR5 6000 yang dulu bisa didapatkan seharga USD 80 (sekitar Rp 1,3 juta) di Newegg, kini harus ditebus dengan harga USD 401 (sekitar Rp 6,6 juta) setelah mendapat potongan USD 215.

Mengapa Harga RAM Meroket Drastis?

Kenaikan ini bukan sekadar fluktuasi pasar biasa. Akar masalahnya terletak pada pergeseran besar kapasitas produksi pabrik semikonduktor dunia. Perusahaan-perusahaan raksasa teknologi kini berlomba membangun pusat data AI yang membutuhkan memori dalam jumlah masif, sehingga porsi produksi NAND dan DRAM global banyak dialihkan untuk memenuhi kebutuhan enterprise.

Dampaknya terasa hingga ke lini konsumen. Micron, salah satu produsen memori terbesar dunia, bahkan dikabarkan menutup lini produk konsumennya, Crucial, demi fokus melayani pelanggan korporat yang lebih menguntungkan. Alhasil, pasokan RAM untuk PC rakitan menyusut drastis dan harga pun merangkak naik secara agresif.

Bukan Cuma RAM 32GB, Semua Kapasitas Terdampak

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada kapasitas 32GB. Data menunjukkan harga RAM DDR5 di berbagai kapasitas mengalami eskalasi yang parah. Kit 128GB DDR5 misalnya, kini dipatok di angka USD 3.399 (sekitar Rp 56 juta) di pasaran ritel. Artinya, biaya untuk merakit PC gaming kelas menengah ke atas saat ini menjadi jauh lebih mahal dibandingkan enam bulan hingga satu tahun lalu.

Memang, masih ada opsi untuk membeli RAM dengan kecepatan lebih rendah demi menghemat biaya. Kit Corsair Vengeance DDR5 4800 MT/s 32GB misalnya, "hanya" dibanderol USD 359 (sekitar Rp 5,9 juta). Namun, menghemat sekitar USD 40 (sekitar Rp 660 ribu) dengan mengorbankan performa yang signifikan adalah kompromi yang sangat berat bagi para pengguna yang menginginkan performa gaming terbaik.

Apa Langkah Terbaik untuk Mendapatkan PC Baru?

Dengan tren harga yang diperkirakan terus naik, membeli komponen satuan (part by part) kini menjadi strategi yang kurang bijak. Para analis dan pelaku pasar menyarankan agar konsumen yang berencana membangun PC baru mempertimbangkan untuk membeli paket bundel atau PC rakitan (pre-built). Skema pembelian ini dinilai masih menjadi salah satu cara paling efektif untuk "mengunci" harga sebelum kenaikan berikutnya terjadi.

Bagi pengguna di Indonesia yang tengah merencanakan build PC baru, menunda pembelian mungkin bukan pilihan terbaik. Jika anggaran memungkinkan, segera mengamankan komponen atau membeli PC rakitan utuh dari toko terpercaya bisa menjadi langkah antisipasi yang cerdas di tengah ketidakpastian pasar memori global ini.

Reporter: Ramli Ahmad
Sumber: tomshardware.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top