MUARA BUNGO — DLH Bungo memastikan alat pemantau kualitas udara tipe PM10 telah terpasang dan beroperasi sejak pagi tadi. Langkah ini diambil di tengah kondisi kabut asap yang dilaporkan semakin tebal dan mengganggu aktivitas warga di Kabupaten Bungo.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Bungo, Dasmardi, mengatakan alat tersebut dipasang untuk mengukur konsentrasi partikel debu halus berukuran di bawah 10 mikron yang menjadi indikator utama pencemaran udara. Data ini nantinya dipakai untuk menilai sejauh mana dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.
"Alat ini dipasang selama 24 jam. Hasilnya baru diketahui besok. Dengan pengukuran ini, kita bisa mendapatkan data yang jelas mengenai kondisi kualitas udara dan dampak asap yang terjadi," ungkap Dasmardi.
Proses pemasangan alat pengukur ini nyatanya sempat menemui kendala teknis. Dasmardi menjelaskan, pengukuran sebelumnya tertunda lantaran ketersediaan kertas saring pada alat tersebut habis.
Menghadapi situasi itu, pihaknya langsung berkoordinasi dan meminta bantuan ke DLH Provinsi Jambi. Permintaan tersebut pun mendapat respons cepat dari pemerintah provinsi.
"Alhamdulillah permintaan kami langsung ditanggapi. Kertas saring tersebut sudah dikirim dari DLH Provinsi Jambi dan tiba kemarin, sehingga pagi ini langsung dipasang," papar Dasmardi.
Dengan beroperasinya alat PM10 ini, DLH Bungo berharap bisa memberikan gambaran komprehensif mengenai kualitas udara di tengah musim kemarau yang memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dasmardi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mengabaikan kondisi udara, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi jika asap semakin pekat.
"Kami berharap hasil pengukuran ini bisa memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi kualitas udara di Bungo. Masyarakat juga kami imbau tetap waspada bila beraktivitas diluar ruangan jika kondisi asap semakin pekat," pungkasnya.
Hasil pengukuran 24 jam tersebut nantinya akan menjadi salah satu dasar bagi DLH Bungo untuk menentukan langkah penanganan dan imbauan lebih lanjut kepada publik. Jika kadar PM10 berada di atas ambang batas baku mutu, kemungkinan besar akan dikeluarkan rekomendasi resmi terkait pembatasan aktivitas luar ruangan di Kabupaten Bungo.