JAMBI — Keputusan penundaan disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi, melalui keterangan tertulis pada hari yang sama. Ia menegaskan perubahan jadwal ini hanya menyangkut waktu pelaksanaan seremoni, bukan mengubah agenda pengembangan koridor LRT Jakarta secara keseluruhan.
"Setelah melakukan evaluasi akhir terhadap keseluruhan pelaksanaan kegiatan, Pemprov DKI memutuskan untuk menjadwalkan ulang peresmian LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai. Kami ingin peresmian dilaksanakan setelah penyempurnaan sejumlah detail pada fasilitas," kata Marulina.
Penundaan ini dilakukan untuk memastikan layanan berjalan optimal, terutama dalam menghadirkan inklusivitas bagi seluruh pengguna. Pemprov DKI bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) selaku operator disebut tetap melanjutkan tahapan yang telah direncanakan. Jadwal terbaru akan diumumkan setelah waktu pelaksanaan definitif ditetapkan.
Rencana awal, setelah diresmikan, moda raya terpadu ini akan langsung beroperasi penuh mulai pukul 05.00 hingga 24.00 WIB. Hal itu sebelumnya disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Lintasan yang membentang 12,2 kilometer ini menghubungkan 11 stasiun, dari Kelapa Gading hingga Manggarai.
Di tengah penantian peresmian, pemerintah memastikan tarif promotif tetap berlaku. Tarif flat Rp5.000 untuk seluruh lintasan dipatok guna mendukung masa transisi dan menarik minat pengguna baru. Kebijakan ini berlaku hingga Oktober 2026, beriringan dengan proses penetapan tarif resmi yang tengah dibahas bersama DPRD DKI Jakarta.
"Tetapi yang jelas untuk sementara digunakan flat Rp5.000. Mudah-mudahan bulan Oktober sudah bisa diputuskan berapa tarif yang akan diberlakukan di LRT Jakarta secara keseluruhan yang akan kita atur bersama-sama," ujar Pramono Anung.
Kepastian tarif final nantinya akan mempertimbangkan skema integrasi dengan moda transportasi lain serta keberlanjutan operasional. Keputusan itu dinanti publik, khususnya pengguna commuter yang selama ini mengandalkan kendaraan pribadi di koridor timur Jakarta.