JAMBI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi mencatat luasan karhutla di wilayahnya sudah menembus angka 300 hektare. Namun, proses pemadaman dan pendinginan di sejumlah lokasi yang masih berlangsung membuat angka final dipastikan akan lebih besar dari data sementara tersebut.
"Hitungan kita sampai hari ini baru 300 hektare. Tapi angkanya itu di atas 300 hektare," kata Bachyuni Deliansyah, Senin (10/8).
Muarojambi dan Tanjab Timur Belum Masuk Hitungan Final
Dua kabupaten yang datanya belum maksimal dalam penghitungan sementara adalah Muarojambi dan Tanjab Timur. Di Muarojambi, kebakaran yang masih berlangsung membuat tim kesulitan memastikan total lahan terdampak.
"Muarojambi ini diperkirakan di atas 50-an hektare," ujar Bachyuni.
Menurutnya, pengukuran secara akurat baru bisa dilakukan setelah proses pemadaman dan pendinginan di lokasi benar-benar tuntas. Tim masih disiagakan di lapangan untuk memastikan api tidak kembali menyala.
Lahan Gambut di Air Merah Sulit Dipadamkan Total
Salah satu titik yang masih dalam penanganan intensif berada di kawasan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi. Lahan yang terbakar di lokasi ini merupakan lahan masyarakat yang dikelola kelompok tani dan koperasi.
Gubernur Jambi Al Haris menyebut api di permukaan secara umum sudah berhasil dipadamkan. Namun, asap masih terlihat mengepul karena lahan gambut menyimpan api di dalam tanah sehingga proses pendinginan memakan waktu lama.
"Secara umum hari ini kondisinya sudah padam. Tapi yang namanya lahan gambut, pasti masih ada asapnya dan proses pendinginannya lama sekali," kata Al Haris.
Ia menambahkan, asap di lahan gambut baru akan hilang sepenuhnya apabila turun hujan dengan intensitas cukup tinggi. Tim gabungan masih berada di lokasi untuk memantau potensi kebakaran susulan.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki Gakkum dan Polisi
Penyebab pasti karhutla di Air Merah belum dapat dipastikan. Tim Penegakan Hukum (Gakkum), kejaksaan, dan kepolisian masih melakukan penelusuran di lapangan.
"Kita belum tahu apakah ini akibat kelalaian, seperti membuang puntung rokok, atau hal lain yang memicu kebakaran," jelas Al Haris.
Pemerintah Pusat Minta Daerah Antisipasi El Nino Godzilla
Meningkatnya karhutla di Jambi menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Penanganan Peningkatan Eskalasi Karhutla yang diikuti Al Haris secara virtual dari Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin (10/8).
Rapat tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Kepala BNPB, Kepala BMKG, Asops Panglima TNI, dan Astama Polri.
"Intinya, Pak Menko mengharapkan agar pengendalian karhutla di daerah berjalan baik. Semua tim bekerja optimal agar lahan kita aman dan kebakaran tidak meluas," ujar Al Haris.
Pemerintah pusat menyoroti prediksi puncak fenomena El Nino yang disebut El Nino Godzilla pada Agustus. Kondisi ini dinilai berpotensi memperparah kekeringan dan memicu meluasnya kebakaran, khususnya di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Al Haris mengimbau masyarakat ikut terlibat memantau kondisi hutan dan lahan di lingkungan masing-masing. Warga yang sehari-hari beraktivitas di dekat kawasan rawan kebakaran diminta segera melapor jika menemukan titik api agar penanganan bisa dilakukan sebelum meluas.