Pencarian

6 Lokasi Disambangi Evaluator UNESCO di Merangin, dari Danau Pauh hingga Air Terjun Sigerincing

Jumat, 14 Agustus 2026 • 15:28:02 WIB
6 Lokasi Disambangi Evaluator UNESCO di Merangin, dari Danau Pauh hingga Air Terjun Sigerincing
Evaluator UNESCO meninjau Danau Pauh di Desa Pulau Tengah, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Kamis (13/8/2026).

MERANGIN — Proses revalidasi status UNESCO Global Geopark (UGGp) Merangin-Jambi memasuki tahap akhir. Dua evaluator internasional, Prof. Dr. Yongmun Jeon dari Jeju Island UGG (Korea Selatan) dan Mr. Nicolas Klee dari Monts D’Ardèche UGG (Prancis), menyelesaikan rangkaian peninjauan lapangan di Kabupaten Merangin pada Kamis (13/8/2026).

Enam lokasi yang tersebar di tiga kecamatan disambangi dalam sehari terakhir. Kunjungan ini menjadi penentu bagi kelanjutan status geopark yang telah diakui UNESCO sejak 2018 tersebut.

Danau Pauh Jadi Titik Awal Penilaian Geosite Alam

Peninjauan dimulai dari Danau Pauh di Desa Pulau Tengah, Kecamatan Jangkat. Para evaluator menyusuri danau menggunakan perahu sambil mengamati pohon pauh yang menjadi asal usul nama kawasan tersebut.

Dialog dengan warga setempat juga dilakukan untuk mengukur dampak pengembangan geosite terhadap perekonomian lokal. Sektor pariwisata, penginapan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi topik utama pembahasan.

Tugu Kalpataru dan PLTMH: Bukti Konservasi Berjalan Beriringan

Perjalanan berlanjut ke Desa Rantau Kermas. Di sini, evaluator melihat Tugu Kalpataru, penanda keberhasilan Kelompok Pengelola Hutan Adat (KPHA) Depati Kara Jayo Tuo dalam menjaga hutan adat seluas 130 hektare. Penghargaan dari Kementerian LHK pada 2019 itu menjadi pengakuan atas upaya pelestarian yang dilakukan secara turun-temurun.

Masih di desa yang sama, pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) Rantau Kermas turut masuk daftar peninjauan. Beroperasi sejak 2018 dengan kapasitas 37-41 kW, PLTMH ini memanfaatkan aliran Sungai Batang Langkup dan menjadi contoh pemanfaatan sumber daya alam yang tidak merusak kawasan hutan adat.

Rumah Tuo dan Kopi Lembah Mentenang: Kekayaan Budaya dan Ekonomi Warga

Dari sisi budaya, para evaluator diperkenalkan dengan Rumah Tuo, rumah panggung tradisional masyarakat Desa Rantau Kermas. Hasil perkebunan warga seperti kulit manis dan kopi juga menjadi perhatian tersendiri.

Potensi ekonomi berbasis konservasi kemudian diperlihatkan melalui kunjungan ke rumah produksi Kopi Lembah Mentenang (LM) di Desa Muara Madras, Kecamatan Jangkat. Kopi ini tumbuh di tanah yang subur akibat material letusan purba Gunung Masurai dan telah menjadi salah satu geoproduk unggulan binaan Geopark Merangin-Jambi.

Basecamp Gunung Masurai dan Alat Deteksi Gempa BMKG

Memasuki Kecamatan Lembah Masurai, evaluator mengunjungi Basecamp Mount Masurai di Desa Sungai Lalang. Pemetaan jalur pendakian dan keanekaragaman hayati Gunung Masurai menjadi fokus penilaian di titik ini.

Sektor mitigasi bencana juga tidak luput dari pengamatan. Alat pendeteksi gempa milik BMKG yang dibangun pada 2025 di Desa Tuo diperiksa untuk memastikan fungsinya dalam memantau getaran dan mendukung sistem peringatan dini bagi masyarakat sekitar.

Air Terjun Sigerincing: Penutup Rangkaian Penilaian

Titik terakhir yang disambangi adalah Air Terjun Sigerincing di Desa Tuo. Geosite ini memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas letusan purba Gunung Masurai pada fase pre-caldera.

Penerjemah dari Balai Bahasa Jambi, Lukman, menyampaikan bahwa proses peninjauan lapangan berlangsung lancar. Para evaluator telah mencatat berbagai temuan yang akan menjadi bahan penilaian revalidasi.

"Pada dasarnya para evaluator telah melihat langsung seluruh potensi yang ada dan sudah memiliki catatan untuk penilaian revalidasi. Hasil peninjauan ini nantinya akan disampaikan secara resmi dalam progress report di kantor BP Geopark Merangin Jambi," ujarnya.

Follow katajambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jambiprima.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks