JAMBI — Prosesi penyambutan jemaah calon haji Kloter BTH 24 di Asrama Embarkasi Haji Antara (EHA) Provinsi Jambi berlangsung secara bertahap sejak Selasa pagi. Rombongan pertama tiba pukul 08.10 WIB, terdiri dari delapan jemaah asal Kota Jambi, tujuh jemaah Kabupaten Kerinci, dan seorang jemaah Kabupaten Batanghari.
Kedatangan selanjutnya datang dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan 106 jemaah pada pukul 10.42 WIB. Disusul 200 jemaah asal Kabupaten Sarolangun dan 116 jemaah dari Kabupaten Tebo yang tiba pukul 14.15 WIB. Seluruh jemaah didampingi empat petugas kloter, dua tenaga pendamping haji daerah, dan seorang pembimbing dari KBIHU.
Ketua Kloter BTH 24, Heri Pasudi Bakri, mengatakan bahwa penggabungan jemaah dari enam daerah menuntut penyamaan persepsi dan kedisiplinan. “Karena memiliki kultur yang berbeda, kita akan menyamakan satu persepsi untuk kesamaan, kedisiplinan, dan arahan dari petugas,” ujarnya di Asrama EHA.
Ia menambahkan, langkah ini penting untuk memudahkan pengondisian jemaah selama pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Heri memohon doa agar seluruh proses keberangkatan hingga kepulangan berjalan lancar tanpa kendala.
Kepala Bidang Bina Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jambi, H. Majdi, menyampaikan bahwa setiap jemaah wajib mengikuti tahapan one stop service. Proses dimulai dari registrasi dan verifikasi data manifest, dilanjutkan pemeriksaan kesehatan serta pemberian paket obat oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Jambi.
Setelah itu, jemaah menerima gelang identitas, living cost, dan kartu Nusuk, lalu dikonfirmasi untuk memasuki kamar asrama. “Bapak/Ibu jemaah haji yang berbahagia, kami ucapkan selamat datang. Dengan Bismillahirrahmanirrahim kami menerima jemaah,” tutur Majdi dalam sambutannya.
M. Syukron Siswanto, jemaah asal Tanjung Jabung Barat, mengaku campur aduk saat memasuki asrama. Ia bersyukur karena bisa berangkat ke Baitullah, namun ada kesedihan karena keberangkatan ini menggantikan sang ayah yang seharusnya berangkat.
“Perasaannya ada senangnya, bahagianya, karena bisa berangkat ke Tanah Suci. Kemudian ada rasa sedihnya juga karena seharusnya orangtua (bapak) saya yang berangkat, tapi malah saya,” ungkapnya. “Terima kasih kepada ibu saya yang telah memberikan amanah ini untuk mendampingi beliau.”
Syukron berharap ia dan seluruh jemaah Kloter BTH 24 bisa meraih haji mabrur dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan selamat.