Ricuh di UGM, Menteri Nusron dan Wamentan Sudaryono Dievakuasi setelah Dilempar Botol Air Mineral

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 17:31:01 WIB
Menteri Nusron Wahid dan Wamentan Sudaryono dievakuasi dari Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM setelah insiden pelemparan botol.

JAMBI — Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Yogyakarta, menjadi ajang aksi protes mahasiswa yang menolak kebijakan pemerintah. Tiga pejabat tinggi yang hadir sebagai narasumber—Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko—menjadi sasaran kemarahan peserta diskusi.

Dilempar Botol, Pejabat Dievakuasi dalam Situasi Memanas

Ketegangan mulai terasa ketika sejumlah mahasiswa naik ke atas panggung sambil membentangkan poster bernada protes. Mereka mengaku tidak puas dengan jawaban yang diberikan para pejabat dalam sesi tanya jawab. Puncaknya, suasana berubah ricuh setelah seseorang melemparkan botol air mineral gelas ke arah panggung tempat para narasumber duduk.

Petugas keamanan segera mengevakuasi Nusron, Sudaryono, dan Budiman keluar ruangan. Namun di luar, puluhan mahasiswa sudah menunggu. Menurut keterangan yang dihimpun, Sudaryono dan Nusron memilih berhenti dan menemui mahasiswa untuk mendengarkan langsung tuntutan mereka. "Kami tidak kabur, malah duduk di aspal," ujar Sudaryono dalam pernyataannya seusai insiden.

Budiman Sudjatmiko Tak Terlihat, Diduga Kabur Lewat Belakang

Berbeda dengan dua rekannya, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko tidak terlihat batang hidungnya saat proses evakuasi berlangsung. Sejumlah mahasiswa dan awak media menduga Budiman meninggalkan lokasi melalui pintu belakang ruangan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Budiman terkait langkah tersebut.

Mahasiswa: Pejabat Banyak Mengibul dan Khianati Rakyat

Aksi ini merupakan bagian dari gelombang protes mahasiswa yang menolak berbagai kebijakan pemerintahan Prabowo, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan janji 19 juta lapangan kerja yang dinilai tidak terealisasi. Dalam pernyataan resmi, perwakilan Senat Mahasiswa UGM (SEMA) menyebut para pejabat "banyak mengibul dan khianati rakyat."

Peristiwa di UGM ini bukan yang pertama kali terjadi. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah juga berujung ricuh. Di DPR, misalnya, peserta aksi Cipayung Menggugat mengaku dianiaya polisi usai ditangkap. Sementara itu, mantan Ketua BEM UGM, Tiyo, bahkan melaporkan ditemukannya alat pelacak di mobilnya usai mengikuti aksi demonstrasi Gejayan Memanggil.

Polisi dan Komisi I DPR Bereaksi atas Penggunaan TNI-Komcad

Merespons situasi keamanan yang memanas, Komisi I DPR angkat bicara soal pengerahan TNI dan Komponen Cadangan (Komcad) dalam aksi demonstrasi mahasiswa. Belum ada keputusan final, namun sejumlah anggota dewan meminta pemerintah mengedepankan pendekatan persuasif daripada represif.

Hingga berita ini ditulis, ketiga pejabat yang menjadi sasaran protes belum memberikan pernyataan resmi bersama. Nusron dan Sudaryono dijadwalkan kembali ke Jakarta pada Selasa pagi. Sementara itu, pihak UGM menyatakan akan mengevaluasi prosedur keamanan untuk kegiatan diskusi publik ke depannya.

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: amp.suara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top