JAMBI — Gagasan itu disampaikan Al Haris saat menghadiri puncak Hari Adat Melayu Jambi 2026 di Balairung Sari, Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi, Selasa (16/6/2026). Menurutnya, tantangan menjaga adat semakin berat seiring perubahan zaman, mulai dari gejolak ekonomi hingga situasi politik global.
Al Haris meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jambi bersama LAM Jambi segera merumuskan bahan ajar yang sesuai. Materi dasar-dasar adat Melayu Jambi bisa digali dari buku-buku lama dan berbagai referensi yang masih tersimpan.
“Minimal untuk SMA dan SMK dulu. Kita harus punya muatan lokal pendidikan dasar adat Jambi. Bahannya bisa diambil dari buku-buku lama tentang adat Melayu Jambi,” ujar Al Haris.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur juga menyoroti pentingnya penyusunan Kamus Bahasa Daerah Melayu Jambi. Ia khawatir bahasa daerah akan punah jika tidak didokumentasikan secara resmi.
“Ini penting. Jangan sampai bahasa daerah Melayu Jambi kita belum punya kamus. Saya minta Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah mengecek data lama, apakah pernah Pemda Jambi membuat Kamus Bahasa Daerah Melayu Jambi,” kata Al Haris.
Ketua Umum LAM Jambi, Hasan Basri Agus atau HBA, menekankan bahwa adat Melayu Jambi tidak boleh hanya hidup dalam acara seremonial. Menurutnya, adat harus hadir di sekolah, ruang digital, kehidupan sosial, hingga pembangunan daerah.
“Anak-anak muda Jambi jangan sampai kehilangan akar budaya. Adat harus menjadi perekat persatuan dan kekuatan moral dalam membangun negeri,” sebut HBA.
HBA berharap ke depan LAM Jambi semakin kuat dan semakin dekat dengan generasi muda agar nilai-nilai adat tetap lestari.