JAMBI — Puluhan mahasiswa dan intelektual Kristen di Jambi duduk bersama dalam forum "Ngopi Malam" yang dikemas sebagai diskusi santai namun serius. Mereka membahas peta geopolitik dunia yang terus bergeser dan dampaknya terhadap Indonesia, mulai dari ketegangan kawasan hingga ancaman terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Firman Jaya Daely, yang juga menjabat Anggota Dewan Penasehat DPP PIKI, mengupas tuntas perkembangan situasi internasional yang dinilai kian kompleks. Menurutnya, perubahan peta kekuatan global tidak bisa diabaikan oleh anak bangsa.
"Seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan intelektual dan mahasiswa, harus memahami perkembangan ini secara objektif dan kritis," ujar Firman di hadapan peserta.
Ia menambahkan, penguatan wawasan kebangsaan dan nasionalisme menjadi harga mati di tengah gempuran informasi asing dan kepentingan asing yang kerap menyusup lewat berbagai kanal.
Tak hanya soal geopolitik, Firman juga menyoroti pentingnya penegakan hukum yang berkeadilan. Institusi demokrasi, kata dia, harus diperkuat agar tidak goyah oleh tekanan eksternal maupun kepentingan sesaat.
"Penegakan hukum yang berkeadilan serta penguatan institusi demokrasi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas nasional," tegasnya.
Ia mendorong generasi muda untuk tidak sekadar menjadi penonton. Mereka diminta aktif mengikuti isu-isu strategis dan menyumbang pemikiran konstruktif demi kemajuan bangsa.
Ketua DPD PIKI Provinsi Jambi, Robinson Hutapea, mengatakan diskusi ini sengaja dirancang sebagai forum terbuka. Bukan sekadar seremonial, melainkan wadah bagi mahasiswa dan intelektual untuk berdialog langsung dengan tokoh nasional.
"Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman peserta terhadap isu-isu geopolitik, hukum, dan kebangsaan, sekaligus mendorong lahirnya pemikiran-pemikiran yang dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun nasional," kata Robinson.
Forum yang berlangsung hingga larut malam itu diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif. Beberapa mahasiswa GMKI Jambi melontarkan pertanyaan seputar peran gereja dan organisasi Kristen dalam merespons isu kebangsaan di tengah tahun politik.