JAMBI — Wali Kota Jambi Maulana menegaskan bahwa ASN tidak lagi bisa hanya menjadi pelaksana tugas administratif. Dalam webinar bertajuk “Jambi Bahagia: Sigap Layani, Tuntas Beri Solusi”, ia mendorong aparatur untuk hadir sebagai pelayan yang sigap dan mampu memberi solusi tuntas kepada masyarakat.
“Pelayanan publik harus berorientasi pada kepuasan masyarakat. ASN harus hadir sebagai pelayan yang sigap, bukan sekadar pelaksana administrasi,” ujar Maulana dari Ruang Kerja Wali Kota Jambi.
Pemkot Jambi saat ini memiliki 10.067 ASN, terdiri dari 4.342 pegawai negeri sipil (PNS) dan 5.725 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Menurut Maulana, jumlah tersebut harus menjadi kekuatan untuk meningkatkan kualitas layanan.
“Kalau setiap ASN memberikan satu pelayanan terbaik setiap hari, maka lebih dari 10 ribu pelayanan bisa hadir untuk masyarakat setiap hari,” katanya.
Maulana memaparkan tiga peran utama yang harus diemban aparatur. Pertama, sebagai pelayan publik yang sigap. Kedua, sebagai pelaksana kebijakan pembangunan. Ketiga, sebagai agen perubahan birokrasi yang mendorong inovasi.
Ia menekankan bahwa era keterbukaan informasi saat ini membuat kinerja ASN mudah dinilai publik. Satu kesalahan kecil dalam pelayanan, kata dia, bisa cepat menjadi sorotan.
Dalam kesempatan itu, Maulana juga menyampaikan sejumlah indikator pembangunan yang membaik. Pertumbuhan ekonomi Kota Jambi tercatat 5,13 persen, angka kemiskinan dan pengangguran terbuka menurun, inflasi terkendali, serta rasio ketimpangan pendapatan membaik.
Capaian itu, menurutnya, tidak lepas dari peran aparatur pemerintah dalam menjalankan program pembangunan secara konsisten. Konsep “Bahagia” yang menjadi visi daerah dimaknai sebagai Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif, dan Sejahtera, sebagaimana tertuang dalam Perda Kota Jambi Nomor 03 Tahun 2025.
Webinar ini digelar oleh BKPSDMD Kota Jambi dan diikuti tidak hanya ASN Pemkot, tetapi juga peserta dari instansi luar daerah.