JAKARTA — Komisi II DPRD Provinsi Jambi tidak hanya datang untuk berdialog. Dalam pertemuan dengan jajaran PT PPI di Jakarta, rombongan membawa peta jalan konkret: mengubah komoditas mentah Jambi menjadi produk bernilai tambah yang siap bersaing di pasar global.
Wakil Ketua I DPRD Jambi, Ivan Wirata, menyebut provinsinya memiliki sumber daya alam melimpah—mulai dari kelapa sawit, karet, kopi Arabika Kerinci, kayu manis, pinang, hingga batu bara. Namun, selama ini sebagian besar komoditas itu dijual dalam bentuk bahan mentah.
"Tantangan kita saat ini adalah bagaimana komoditas tersebut tidak lagi dijual sebagai bahan mentah, tetapi diolah di Jambi sehingga mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan PAD, serta memberikan kesejahteraan yang lebih besar bagi masyarakat," ujar Ivan Wirata dalam keterangan resmi.
Salah satu usulan yang menonjol dalam konsultasi itu adalah pengembangan Pelabuhan Muara Sabak. Komisi II menilai pelabuhan ini berpotensi menjadi gerbang ekspor langsung untuk wilayah Sumatera bagian tengah, sekaligus menekan biaya logistik yang selama ini membebani pelaku usaha karena ketergantungan pada pelabuhan di luar provinsi.
DPRD juga mendorong pembentukan Jambi Export Center. Lembaga ini dirancang sebagai pusat promosi, inkubasi bisnis, business matching, dan fasilitasi ekspor yang terintegrasi dengan PT PPI, BUMD, koperasi, serta UMKM.
Sebagai satu-satunya BUMN trading house nasional yang tergabung dalam Holding Pangan ID FOOD, PT PPI menyambut baik inisiatif DPRD Jambi. Dalam pertemuan itu, PT PPI menyatakan kesiapannya berperan sebagai export gateway, agregator, dan off-taker bagi produk unggulan daerah.
Kedua belah pihak menyepakati sejumlah langkah tindak lanjut, termasuk penyusunan skema kerja sama, penguatan hilirisasi, pengembangan trading hub dan pusat logistik, serta fasilitasi business matching dengan pasar internasional.
PT PPI dijadwalkan melakukan follow-up dalam waktu sekitar dua pekan ke depan. Pertemuan lanjutan itu akan fokus pada pembahasan teknis peluang kerja sama, pemetaan komoditas unggulan, serta penyusunan langkah konkret yang bisa segera direalisasikan di Jambi.
Ivan Wirata mengaku, usai pertemuan di Jakarta, dirinya langsung berkoordinasi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jambi. Ia meminta agar data potensi komoditas dan dokumen pendukung segera disiapkan.
"Jangan sampai pertemuan ini berhenti sebagai seremonial. Saya sudah meminta OPD terkait segera melakukan tindak lanjut dan dalam dua minggu ke depan bersama-sama mendatangi PT PPI agar pembahasan masuk pada tahap teknis," tegas Ivan.
Komisi II DPRD Jambi berharap langkah ini menjadi awal terbentuknya ekosistem perdagangan yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing. Target jangka panjangnya: Jambi tidak lagi sekadar pemasok bahan baku, tetapi menjadi pusat industri hilir yang mampu bersaing di pasar internasional.