JAMBI — Tim Merah Putih sejatinya sempat unggul 2-1 setelah memenangi set ketiga dan keempat. Namun, perlawanan sengit Kamboja di set penentuan memupus harapan skuad asuhan Reidel Toiran. Laga berakhir dengan skor 23-25, 26-28, 25-23, 25-22, 11-15 untuk kemenangan bersejarah Kamboja.
Indonesia memulai laga dengan buruk. Pada set pertama, Farhan Halim dkk sempat tertinggal 4-8 setelah blokade Kamboja menyulitkan serangan. Meski mampu memangkas jarak menjadi 20-21 lewat spike Boy Arnez, kesalahan di akhir set membuat Indonesia menyerah 23-25.
Set kedua berjalan lebih ketat. Indonesia memimpin 16-15 pada technical time out kedua, namun servis mematikan Voeurn Veasna menjadi mimpi buruk. Dua kali poin Indonesia tercipta dari kesalahan lawan, tetapi Farhan Halim melakukan blunder fatal saat menerima servis di poin kritis 26-26. Kamboja menang 28-26.
Ketertinggalan 0-2 tak membuat Indonesia patah arang. Anak asuh Reidel Toiran bangkit di set ketiga. Meski sempat tertinggal 6-8, serangan Fauzan Nibras dan blokade solid mampu mengamankan set ini 25-23. Momentum berlanjut di set keempat. Servis Fauzan yang menyulitkan pertahanan Kamboja menjadi kunci kemenangan 25-22.
Memasuki set kelima, Indonesia kembali kehilangan ritme. Tertinggal 2-5 sejak awal, skuad Garuda tak pernah mampu mengejar. Blokade Kamboja kembali bekerja efektif, sementara beberapa serangan Indonesia gagal melewati net. Skor 4-8 saat pindah lapangan menjadi titik balik yang tak terbendung. Kamboja menutup laga 15-11.
Ini menjadi kegagalan kedua Indonesia di final SEA V Cup setelah edisi 2023. Sementara bagi Kamboja, gelar ini menjadi pencapaian tertinggi dalam sejarah voli putra mereka di kancah regional. "Kami kecewa, tapi ini pelajaran berharga. Kamboja tampil luar biasa malam ini," ujar Reidel Toiran usai pertandingan.
Kekalahan ini membuat Indonesia gagal mengamankan poin penuh di putaran pertama. Turnamen SEA V Cup 2026 sendiri akan berlanjut ke putaran kedua di lokasi berbeda. Skuad Merah Putih harus segera berbenah jika ingin mempertahankan posisi di papan atas klasemen akhir.