Rupiah Terkoreksi ke Rp18.099 per Dolar AS Imbas Serangan Iran ke Pasukan AS, Analis Prediksi Lanjut Melemah

Penulis: Hamzah Effendi  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 14:06:31 WIB
Rupiah melemah 16 poin ke posisi Rp18.099 per dolar AS pada perdagangan Rabu pagi.

JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan pada perdagangan Rabu pagi. Berdasarkan data pasar, rupiah melemah 16 poin atau 0,09 persen ke posisi Rp18.099 per dolar AS, turun dari penutupan sebelumnya di Rp18.083 per dolar AS.

Serangan Iran ke Pasukan AS Picu Lonjakan Harga Minyak

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan tekanan terhadap rupiah datang dari eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Mengutip laporan Komando Pusat AS (CENTCOM), Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan beberapa rudal balistik ke arah pasukan AS yang ditempatkan di kawasan tersebut pada Selasa (28/7).

"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS, dengan harga minyak mentah yang kembali melonjak menyusul berita penyerangan oleh Iran terhadap pasukan AS di Timteng," ujar Lukman kepada ANTARA di Jakarta.

Ketegangan antara AS dan Iran meningkat dalam beberapa pekan terakhir. AS melakukan serangan terhadap Iran yang kemudian ditanggapi dengan aksi militer yang menargetkan fasilitas dan peralatan militer AS di negara-negara kawasan Teluk.

Sinyal Hawkish The Fed dan Mundurnya Perry Warjiyo Jadi Beban Tambahan

Selain faktor eksternal, sentimen domestik juga ikut membebani pergerakan rupiah. Pasar tengah menunggu hasil agenda Federal Open Market Committee (FOMC) yang diprediksi akan mempertahankan suku bunga. Namun, pasar mengantisipasi pernyataan hawkish dari Ketua The Fed terkait kenaikan harga minyak yang berpotensi memicu inflasi AS kembali naik.

"Pernyataan hawkish yang mungkin disampaikan seputar harga minyak dunia yang kembali naik tinggi, dan dikhawatirkan bakal kembali memicu kenaikan pada inflasi di AS," kata Lukman.

Dari dalam negeri, pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) turut memperkuat sentimen negatif terhadap rupiah.

Proyeksi Pergerakan: Rupiah Diperkirakan Bergerak di Kisaran Rp18.000-Rp18.100

Melihat kombinasi tekanan global dan domestik, analis memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp18.000 hingga Rp18.100 per dolar AS pada hari ini. Pasar masih akan mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta sinyal kebijakan moneter dari bank sentral AS.

Reporter: Hamzah Effendi
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top