JAKARTA — Pemerintah mengubah skema penyaluran bantuan pangan beras. Jika sebelumnya direncanakan dicairkan per bulan, kini Bapanas memastikan bantuan untuk 33,24 juta KPM akan diberikan sekaligus untuk tiga bulan sekaligus. Langkah ini diambil setelah Kemenkeu memberikan persetujuan anggaran secara penuh.
"Persetujuannya dapat tiga bulan. Anggarannya Rp 17,52 triliun. Awalnya mau satu bulan dahulu, tapi Kemenkeu memberikan ruang untuk langsung tiga bulan. Jadi bisa one shoot sekaligus tiga bulan," kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa di Jakarta, Rabu.
Setiap KPM akan menerima 10 kilogram beras per bulan. Dengan skema baru, total beras yang disalurkan mencapai 997,2 ribu ton untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026. Usulan anggaran belanja tambahan (ABT) dari Bapanas kini tengah diproses menjadi Surat Penetapan Satuan Anggaran Bagian Anggaran (SP SABA).
Bapanas juga tengah mematangkan persiapan bersama Perum Bulog. Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman akan memberikan penugasan resmi ke Bulog untuk merealisasikan penyaluran. Dukungan stok cadangan beras pemerintah (CBP) di seluruh gudang Bulog disebut mencapai 5,25 juta ton, dinilai cukup untuk menjalankan program ini.
Pemerintah optimistis bantuan pangan masif ini bisa menekan harga beras di pasaran. Dengan 33,24 juta KPM menerima beras langsung, kebutuhan belanja beras di pasar diperkirakan berkurang signifikan. Hal itu diyakini dapat mengerem laju inflasi.
"Bayangkan 33 juta KPM kali 3 bulan berarti hampir 1 juta ton beras. Ini langsung diterima di konsumen. Tentu kebutuhan orang membeli beras di pasar-pasar akan berkurang. Nah, pasti akan sedikit mengerem inflasi," imbuh Ketut.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga pekan keempat Juli menunjukkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras masih mengalami kenaikan. Namun, jumlah kabupaten/kota dengan penurunan IPH beras bertambah menjadi 43, naik dari minggu sebelumnya yang hanya 40 hingga 41 kabupaten/kota. Inflasi beras tahunan (yoy) pada Juni 2026 tercatat 3,98 persen, melandai 0,57 persen dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 4,55 persen.
Alokasi bantuan pangan beras tahun 2026 lebih besar dibandingkan tahun 2025. Tahun lalu, program berjalan selama 4 bulan, yakni pada Juni-Juli dan Oktober-November. Sementara tahun ini, setidaknya bantuan akan disalurkan selama 5 bulan. Program bantuan pangan ini merupakan salah satu direktif Presiden Prabowo Subianto yang direncanakan mulai disalurkan secara one shoot pada Agustus mendatang.