Ketua TP PKK Tebo Bekali 3 Kecamatan Soal Revitalisasi Dasawisma, Pendataan Keluarga Kini Pakai Aplikasi Sigadis Jambi

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 10:17:31 WIB
Puluhan kader PKK dari tiga kecamatan mengikuti pembekalan revitalisasi Dasawisma di Aula Kantor Camat Rimbo Bujang, Kamis (30/7/2026).

TEBO — Puluhan kader PKK dari Kecamatan Rimbo Bujang, VII Koto, dan Rimbo Ulu menerima pembekalan khusus revitalisasi Dasawisma di Aula Kantor Camat Rimbo Bujang, Kamis (30/7/2026). Mereka didorong beralih dari pencatatan manual ke sistem digital melalui aplikasi Sigadis Jambi.

Ketua TP PKK Kabupaten Tebo, Ny. Nur Chasanah Nazar, S.P., M.M., menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar pergantian alat, melainkan perubahan fundamental dalam tata kelola data keluarga di tingkat desa dan kelurahan.

Data Keluarga Lebih Akurat dan Cepat

Nur Chasanah menyebut aplikasi Sigadis Jambi dirancang untuk mempercepat proses pendataan sekaligus meminimalisir kesalahan data. Hal ini dinilai krusial karena data keluarga menjadi fondasi utama dalam penyusunan program pembangunan, baik di tingkat PKK maupun pemerintah daerah.

"Melalui aplikasi Sigadis Jambi, kami berharap pendataan yang dilakukan kader Dasawisma menjadi lebih akurat, cepat, dan terintegrasi sehingga dapat mendukung program-program PKK maupun pemerintah daerah," ujarnya di hadapan para peserta.

Kader Dasawisma Ujung Tombak Gerakan PKK

Dalam paparannya, Nur Chasanah mengingatkan bahwa kader Dasawisma adalah garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Keberhasilan program PKK, menurut dia, sangat bergantung pada keaktifan dan kekompakan para kader di lapangan.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan antar kader di lingkungan masing-masing. Sosialisasi ini sekaligus menjadi ajang penguatan kapasitas agar para kader mampu memanfaatkan teknologi untuk administrasi yang lebih tertib.

Target Data Valid untuk Program Pemberdayaan

Saat dikonfirmasi usai kegiatan, Nur Chasanah menambahkan bahwa target utama dari revitalisasi ini adalah menghasilkan data yang semakin valid. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam merancang program pemberdayaan keluarga yang lebih tepat sasaran.

"Harapan kami seluruh kader Dasawisma dapat memahami penggunaan aplikasi ini dengan baik sehingga data yang dihasilkan semakin valid dan bisa menjadi dasar dalam penyusunan program pemberdayaan keluarga," kata Nur Chasanah.

Dengan adanya sistem digital ini, proses pendataan yang sebelumnya memakan waktu lama diharapkan bisa dipangkas signifikan. Para kader kini dituntut adaptif terhadap teknologi demi mendukung pembangunan keluarga di Kabupaten Tebo secara menyeluruh.

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: jambiprima.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top