Karhutla di Jambi Capai 222 Hektare, BPBD Operasikan 81 Posko Siaga hingga Akhir Oktober

Penulis: Hamzah Effendi  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 22:08:33 WIB
Petugas BPBD memadamkan api di lahan yang terbakar di kawasan rawan karhutla di Provinsi Jambi.

JAMBI — Luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi mencapai 222 hektare hingga akhir Juli 2026. BPBD Provinsi Jambi mencatat kebakaran melanda sejumlah daerah, mulai dari Muaro Jambi, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Tebo, hingga Merangin.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengatakan fase puncak kemarau baru saja dimulai dan diperkirakan berlangsung hingga akhir September, bahkan bisa berlanjut sampai Oktober. Kondisi ini membuat potensi kebakaran baru masih terbuka lebar.

Kecamatan Ini Paling Rawan Terbakar

BPBD memetakan sejumlah kecamatan yang paling sering dilanda kebakaran. Di Kabupaten Muaro Jambi, titik rawan berada di Kecamatan Kumpeh dan Rantau Panjang. Sementara di Tanjung Jabung Barat, kebakaran kerap terjadi di Kecamatan Betara yang areanya berada di kawasan perbukitan.

Kecamatan Geragai di Kabupaten Tanjung Jabung Timur juga masuk daftar wilayah rawan, begitu pula sejumlah titik di Kabupaten Batanghari. Untuk kawasan gambut, kebakaran paling banyak ditemukan di Rantau Panjang dan Air Merah, Muaro Jambi, serta beberapa lokasi di Tanjung Jabung Timur.

2.000 Hotspot Terdeteksi, Belum Semuanya Api

Data pemantauan satelit menunjukkan jumlah hotspot di Provinsi Jambi mendekati 2.000 titik. Namun Bachyuni mengingatkan tidak semua hotspot menandakan kebakaran, karena bisa berasal dari pantulan panas benda tertentu. Setiap titik tetap diverifikasi petugas di lapangan.

"Kalau hari ini muncul sekitar 30 titik, semuanya dipastikan apakah benar terdapat api atau hanya pantulan panas," katanya, Jumat (31/7/2026).

Strategi Pemadaman Darat dan Udara

BPBD mengoperasikan 81 posko siaga karhutla yang tersebar di wilayah rawan. Posko ini menjadi pusat patroli, deteksi dini, sosialisasi, hingga pemadaman awal. Jika lokasi sulit dijangkau atau tidak ada sumber air, petugas langsung berkoordinasi dengan tim udara.

Satu unit pesawat Cassa telah ditempatkan di Jambi untuk mendukung patroli udara dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) apabila kondisi atmosfer memungkinkan. Bachyuni memastikan seluruh kejadian kebakaran sejauh ini masih dapat dikendalikan berkat kecepatan petugas di lapangan.

Warga Diminta Tak Bakar Lahan

BPBD mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar atau membuang puntung rokok sembarangan. Kondisi kemarau yang sangat kering membuat api sekecil apa pun berpotensi berkembang menjadi kebakaran besar.

"Penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan petugas. Kami membutuhkan peran aktif masyarakat untuk mencegah munculnya titik api. Jangan membuka lahan dengan cara membakar," tegas Bachyuni.

"Sekecil apa pun api, dalam kondisi kemarau yang sangat kering seperti sekarang bisa berkembang menjadi kebakaran besar. Pencegahan adalah langkah paling efektif untuk melindungi hutan, lahan, dan masyarakat dari bencana karhutla," tutupnya.

Reporter: Hamzah Effendi
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top