GIIAS 2026: Daihatsu Pamerkan Jajaran Mobil Listrik Mungil, Ini Kesan Awalnya

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09:31 WIB
Daihatsu memamerkan jajaran mobil listrik mungil di booth GIIAS 2026, ICE-BSD City, Tangerang.

JAMBI — Pameran otomotif GIIAS 2026 di ICE-BSD City, Tangerang, resmi dibuka dan Daihatsu langsung mengambil posisi dengan memajang sederet mobil listrik mungil. Alih-alih membawa model konsep yang sudah dikenal, booth kali ini lebih menonjolkan lini kendaraan kompak yang sengaja ditargetkan untuk mobilitas perkotaan.

Kami sempat menyaksikan langsung display utama yang didominasi mobil berukuran kecil. Meski pabrikan belum merilis detail lengkap, arah pengembangan produk sudah terbaca: efisiensi dan kepraktisan untuk pasar yang padat.

Mobil Listrik Mungil: Fokus pada Segmen Perkotaan

Daihatsu tidak membawa serta model MPV atau SUV besar ke area pameran utama. Sebagai gantinya, lini kendaraan listrik kompak menjadi pusat perhatian. Ini sinyal kuat bahwa pabrikan ingin menguji respons pasar terhadap mobil berukuran kecil yang lebih hemat energi.

Beberapa unit yang dipamerkan terlihat mengadopsi desain kotak dengan dimensi ringkas, yang lazim dipakai untuk mobil kei-class atau city car. Dari sisi proporsi, kabinnya tampak lapang untuk ukuran eksteriornya, sesuatu yang menjadi ciri khas Daihatsu dalam memaksimalkan ruang.

Yang belum terjawab adalah spesifikasi teknis seperti kapasitas baterai dan jarak tempuh. Pabrikan masih bungkam soal angka pasti, jadi kami belum bisa membandingkan performa listriknya dengan kompetitor seperti Wuling atau Chery yang sudah lebih dulu bermain di segmen ini.

Desain dan Dimensi: Kompak Tapi Tetap Fungsional

Dari pengamatan langsung, proporsi mobil-mobil ini dirancang untuk memudahkan manuver di jalan sempit dan parkir di lahan terbatas. Ground clearance-nya tidak terlalu tinggi, mengindikasikan fokus utama pada penggunaan di aspal kota, bukan medan berat.

Bagian kabin mengusung pendekatan fungsional dengan dashboard yang didominasi layar sentuh. Material yang digunakan masih didominasi plastik keras, wajar untuk kelas mobil mungil, namun rakitannya terasa solid saat ditekan.

Untuk penumpang belakang, ruang kaki terbilang cukup untuk dua orang dewasa dalam perjalanan pendek. Bagasi belakang kemungkinan hanya muat satu koper kabin, jadi pembeli harus realistis soal kapasitas angkut jika dibandingkan dengan Avanza atau Xenia.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Booking

Ada beberapa catatan penting sebelum Anda memutuskan menunggu peluncuran resminya. Pertama, status mobil ini masih sebatas pajangan di pameran—belum ada pengumuman resmi kapan akan dipasarkan di Indonesia.

Kedua, infrastruktur pengisian daya di luar Jabodetabek masih menjadi PR besar. Kalau aktivitas harian Anda banyak di luar kota, mobil listrik mungil ini mungkin bukan pilihan paling praktis saat ini.

Ketiga, soal harga. Pabrikan belum menyebutkan angka sama sekali. Jika nanti dibanderol di atas Rp 250 juta, daya tariknya akan langsung tergerus oleh kompetitor yang sudah punya jaringan servis lebih luas.

Kesimpulan Awal

Daihatsu jelas serius ingin bermain di segmen mobil listrik perkotaan. Pilihan memamerkan mobil mungil di GIIAS 2026 menunjukkan mereka paham kebutuhan pasar Indonesia yang mulai melirik kendaraan ramah lingkungan untuk penggunaan harian.

Namun, sekadar memajang unit belum cukup. Konsumen butuh kepastian soal jarak tempuh, harga, dan garansi baterai. Sampai semua angka itu diumumkan, keputusan pembelian sebaiknya ditunda—apalagi untuk anggaran puluhan juta rupiah yang Anda keluarkan, perlu kepastian, bukan sekadar janji.

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top