Rupiah Tembus Rp17.933 per Dolar AS Usai Data Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Lebih Tinggi dari Ekspektasi

Penulis: Hamzah Effendi  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:43:31 WIB
Rupiah ditutup menguat ke Rp17.933 per dolar AS, melanjutkan tren positif setelah data pertumbuhan ekonomi kuartal II.

JAKARTA — Pasar keuangan domestik merespons positif data fundamental ekonomi yang dirilis BPS. Perekonomian Indonesia tumbuh 5,29 persen (year on year/yoy) pada triwulan II 2026, lebih tinggi dari konsensus pasar yang sebelumnya mematok angka 5,1 persen.

Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat sebesar Rp3.576,2 triliun pada periode tersebut, meningkat dibandingkan capaian Rp3.396,6 triliun pada kuartal yang sama tahun lalu. Sementara itu, PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp6.552,1 triliun.

Data Domestik Jadi Katalis Utama Penguatan

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menyebut faktor internal menjadi pendorong utama pergerakan mata uang Garuda pada perdagangan hari ini. "Rupiah pada perdagangan hari ini menguat lebih dipengaruhi oleh faktor domestik terkait data pertumbuhan ekonomi kuartal kedua yang lebih tinggi dari ekspektasi pelaku pasar," ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Penguatan sebesar 0,52 persen ini membawa rupiah keluar dari level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Pada penutupan sebelumnya, mata uang Garuda masih berada di posisi Rp18.027 per dolar AS.

Harga Minyak Turun, Suku Bunga The Fed Diprediksi Stabil

Dari sisi eksternal, tren penurunan harga minyak mentah dunia turut menjadi angin segar bagi mata uang negara berkembang. Harga minyak yang berada di bawah 80 dolar AS per barel disebut akan meredam inflasi jangka pendek, sehingga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Penurunan harga komoditas energi ini dipicu oleh prospek kesepakatan sementara antara Iran dan AS yang berfokus pada pembukaan kembali Selat Hormuz. "Harga minyak turun hingga di bawah 80 dolar AS per barel disebabkan oleh prospek kesepakatan sementara yang berfokus pada pembukaan kembali Selat Hormuz," kata Rully.

Meski Presiden AS Donald Trump menyatakan Selat Hormuz akan kembali dibuka "dalam waktu sangat dekat", klaim tersebut dibantah oleh pejabat Iran yang menepis laporan adanya kesepakatan untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut.

JISDOR Ikut Menguat

Senada dengan pasar spot, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga mencatatkan penguatan. JISDOR hari ini berada di level Rp17.937 per dolar AS, turun dari posisi sebelumnya yang mencapai Rp18.037 per dolar AS.

Penguatan nilai tukar ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga barang impor dan menahan laju inflasi di dalam negeri, seiring dengan mulai membaiknya fundamental ekonomi nasional.

Reporter: Hamzah Effendi
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top