JAMBI — Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jambi menuntaskan 211 dari 222 laporan masyarakat yang menjadi target tahunan hingga Juni 2026. Capaian 95,5 persen itu menempatkan Jambi di peringkat ketiga nasional untuk penyelesaian laporan secara kumulatif. Jumlah laporan masuk pun tercatat meningkat signifikan dibanding periode sebelumnya.
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jambi, Saiful Roswandi, menyebutkan bahwa target tahunan yang semula ditetapkan sebanyak 222 laporan hampir seluruhnya tercapai lebih cepat dari jadwal. Padahal, tahun anggaran masih menyisakan dua triwulan.
“Dari awal tahun kita mendorong penyelesaian laporan dan di triwulan II target tahunan kita sudah hampir tercapai,” ujar Saiful pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Pada triwulan II tahun ini, Ombudsman Jambi menerima total 153 laporan masuk. Dari jumlah tersebut, 52 laporan diproses sebagai Laporan Masyarakat (LM) hingga tahap pemeriksaan. Sebanyak 52 laporan lainnya bersifat konsultatif, 32 laporan merupakan tembusan, dan satu laporan masuk kategori Inisiatif Atas Prakarsa Sendiri (IAPS).
Saiful menjelaskan, peningkatan jumlah laporan di awal tahun 2026 berjalan beriringan dengan percepatan penyelesaian. Performa tim disebutnya mampu mengimbangi lonjakan laporan yang masuk.
Sepanjang April hingga Juni, tren maladministrasi yang paling banyak ditangani adalah tidak memberikan pelayanan, dengan 21 laporan. Disusul penyimpangan prosedur sebanyak 16 laporan, dan penundaan berlarut sebanyak 5 laporan.
Rincian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pengaduan masyarakat masih berkutat pada pelayanan dasar yang tidak berjalan sesuai aturan. Ombudsman Jambi pun terus mendorong instansi terkait untuk segera membenahi prosedur internal.
Saiful memberikan apresiasi kepada jajaran Asisten Ombudsman Jambi yang disebutnya bahu-membahu mengejar target penyelesaian laporan. Kerja tim ini dinilai membantu masyarakat mendapatkan kembali hak pelayanan publiknya.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Tim Penerima dan Verifikasi Laporan, Pemeriksa, dan Pencegahan Maladministrasi, yang telah bahu membahu memberikan pelayanan terbaik membantu masyarakat dalam menyelesaikan maladministrasi,” tutup Saiful.
Dengan sisa waktu hingga akhir tahun, Ombudsman Jambi masih memiliki ruang untuk menuntaskan sisa laporan yang belum selesai. Capaian ini sekaligus menjadi modal untuk mempertahankan tren positif penyelesaian laporan di tahun berikutnya.