BBTNKS Tanam 9.000 Bibit Pohon di Sepanjang 15 Kilometer Kaki Gunung Kerinci, Libatkan Dua Desa

Penulis: Ramli Ahmad  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 14:24:31 WIB
BBTNKS menanam 9.000 bibit pohon di area seluas 15 hektare sepanjang 15 kilometer kaki Gunung Kerinci.

KERINCI — Program penghijauan yang digagas Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) ini menyasar area terbuka di sepanjang jalur pendakian dan penyangga kawasan konservasi. Plt Kepala BBTNKS Delfi Andra mengungkapkan, kerapatan tanam yang direncanakan mencapai 600 batang per hektare.

"Totalnya ada 9.000 batang, panjangnya 15 kilometer, atau total luasnya 15 hektare. Per kilo atau per hektare jumlahnya 600 batang," kata Delfi Andra di Kerinci, Jumat.

Mengapa Area Terbuka di Kaki Gunung Kerinci Jadi Prioritas?

Fokus utama program ini adalah menutup celah-celah lahan kosong yang memisahkan blok-blok hutan yang masih utuh. Dengan penyambungan tutupan vegetasi ini, BBTNKS berharap dapat memulihkan fungsi ekologis kawasan sebagai habitat satwa dan menjaga kestabilan tanah di lereng gunung.

Delfi menjelaskan, saat ini pihaknya tengah membentuk kelompok masyarakat yang memiliki akses atau bermukim di sepanjang jalur green line tersebut. Langkah ini ditempuh untuk memastikan keberlanjutan perawatan bibit setelah proses penanaman selesai dilakukan.

Desa Giri Mulyo dan Kersik Tuo Jadi Garda Terdepan

Pelaksanaan penanaman nantinya akan melibatkan lintas pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Kerinci, kepala desa, hingga organisasi konservasi internasional. Kelompok tani hutan (KTH) dari dua desa, yakni Giri Mulyo dan Kersik Tuo di Kecamatan Kayu Aro, juga dilibatkan dalam kegiatan ini.

Keterlibatan Flora & Fauna International (FFI) dalam program ini menegaskan bahwa restorasi kawasan penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga kolaborasi dengan mitra global. Masyarakat lokal diposisikan sebagai aktor utama yang akan menjaga bibit-bibit tersebut hingga tumbuh besar.

Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang BBTNKS dalam merestorasi lahan kritis di sekitar gunung tertinggi di Sumatera itu. Dengan melibatkan warga sejak tahap perencanaan, diharapkan rasa kepemilikan terhadap program penghijauan ini tumbuh kuat di tingkat komunitas.

Reporter: Ramli Ahmad
Sumber: megapolitan.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top