Gubernur Jambi Al Haris Turun ke Lokasi Karhutla Air Merah: Api 3 Hari Bakar Gambut, 50 Hektare Terancam Meluas

Penulis: Syafruddin Amir  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:33:31 WIB
Gubernur Jambi Al Haris meninjau langsung lokasi kebakaran lahan gambut di Desa Persiapan Air Merah, Muaro Jambi, pada Minggu (9/8/2026).

MUARO JAMBI — Kebakaran lahan gambut di Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, masih belum bisa sepenuhnya dipadamkan hingga hari ketiga. Gubernur Jambi Al Haris yang turun langsung ke lokasi pada Minggu (9/8/2026) siang menyebut karakteristik gambut menjadi kendala terbesar dalam proses pemadaman.

Al Haris tiba di lokasi dan melihat langsung kondisi lahan yang masih menyisakan titik api. Asap tebal masih mengepul dari beberapa titik, sementara tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, RPK WKS, RHM, Pesona, dan MKI terus berupaya menjinakkan si jago merah.

Api Menjalar di Bawah Permukaan, Air dan Akses Jadi Hambatan

Al Haris menjelaskan, api yang membakar lahan gambut tidak hanya melahap permukaan, tetapi juga menjalar di bawah tanah. Kondisi ini membuat api sulit dideteksi dan dipadamkan, bahkan setelah bagian atas lahan terlihat padam.

“Karena ini lahan gambut, sulit sekali untuk dipadamkan. Akses ke sini juga sulit, air sulit, ditambah lagi angin yang kencang luar biasa,” ujarnya di lokasi kebakaran.

Keterbatasan air dan akses jalan menuju lokasi yang sulit diperparah dengan hembusan angin kencang. Kondisi ini membuat api berpotensi meluas ke area lainnya jika tidak segera diantisipasi.

Luasan Lahan Terbakar Diprediksi Capai 50 Hektare

Berdasarkan pantauan sementara, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai lebih dari 50 hektare. Angka tersebut bisa bertambah jika api tidak segera berhasil dijinakkan.

“Perkiraan kami mungkin melebihi 50 hektare. Teman-teman dari BPBD, TNI-Polri, kemudian relawan Peduli Api sudah berusaha memadamkan api lebih dari tiga hari,” kata Al Haris.

Meski menghadapi berbagai kendala, Al Haris mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang terus melakukan pemadaman dari darat maupun udara. Ia meminta seluruh personel tetap fokus mencegah api meluas ke area lainnya.

“Teman-teman dari udara dan darat sudah bekerja luar biasa. Tinggal lagi kita minimalkan perluasan pembakarannya,” tegasnya.

Gubernur Instruksikan Desa Petakan Wilayah Gambut

Di tengah ancaman kebakaran yang meningkat akibat cuaca panas dan kondisi kering, Al Haris menginstruksikan seluruh desa di Jambi untuk meningkatkan kewaspadaan. Setiap desa diminta memastikan wilayahnya aman dari api.

“Saya minta tolong masyarakat desa di mana pun di Jambi ini, pastikan bahwa desanya tidak ada lahan yang terbakar,” ujarnya.

Al Haris juga meminta desa yang memiliki kawasan gambut untuk melakukan pemetaan wilayah. Relawan desa diminta meningkatkan kesiapsiagaan sebelum kebakaran terjadi, bukan menunggu api membesar baru bertindak.

“Petakan daerah gambut. Yang di desa-desanya ada gambut, mohon betul tim relawan desa siaga duluan. Jangan sampai terjadi kebakaran hutan di desa masing-masing,” katanya.

Ajakan Salat Istisqa di Tengah Kemarau Panjang

Selain upaya pemadaman secara fisik, Al Haris juga mengajak para ulama, kiai, dan imam masjid di Jambi untuk menggelar salat istisqa. Ajakan ini disampaikan menyusul kondisi cuaca yang semakin panas dan kering, serta ketersediaan air yang semakin terbatas.

“Saya mengimbau para ulama, kiai, imam masjid, mari kita lakukan salat istisqa. Meminta kepada Allah agar hujan turun dengan cepat di bumi Jambi ini,” kata Al Haris.

Gubernur berharap hujan segera turun sehingga kondisi lahan yang kering dapat kembali membaik dan membantu proses pemadaman kebakaran. Ia juga meminta doa agar seluruh personel yang bertugas diberikan keselamatan.

“Doakan kami, tim bekerja selamat, sukses, tidak ada korban, dan api bisa dipadamkan,” tutupnya.

Reporter: Syafruddin Amir
Sumber: bitnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top