Gubernur Jambi Al Haris Turun Padamkan Karhutla di Muaro Jambi, Serukan Salat Istisqa Massal dan Siaga Desa Gambut

Penulis: Ramli Ahmad  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 13:03:41 WIB
Gubernur Jambi Al Haris turut memadamkan api di lahan gambut yang terbakar di Desa Persiapan Air Merah, Muaro Jambi, Minggu (9/8/2026).

MUARO JAMBI — Gubernur Jambi Al Haris turun ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, pada Minggu (9/8/2026) siang. Di lokasi, ia tak hanya memantau, tetapi ikut membantu proses pemadaman lahan gambut yang kian sulit dikendalikan akibat suhu udara yang terus meningkat dan minimnya curah hujan.

Kondisi lahan gambut yang kering membuat api cepat merambat dan sulit dipadamkan. Al Haris menegaskan pencegahan harus dimulai dari tingkat desa, bukan hanya mengandalkan tim pemadam yang sudah kewalahan di lapangan.

“Pastikan lahan-lahan di desa kita aman dari api. Saya minta tolong masyarakat desa di mana pun di Jambi ini, pastikan desanya tidak ada lahan yang terbakar,” ujarnya di sela-sela peninjauan.

Instruksi Pemetaan Gambut dan Bentuk Tim Relawan Desa

Al Haris meminta setiap desa yang memiliki kawasan gambut segera melakukan pemetaan wilayah rawan. Langkah ini dinilai krusial karena lahan gambut memiliki risiko kebakaran jauh lebih tinggi dibandingkan jenis tanah lainnya, terutama saat musim kemarau berkepanjangan seperti sekarang.

“Petakan daerah gambut. Yang di desa-desanya ada gambutnya, mohon betul tim relawan desa siaga duluan. Jangan sampai terjadi kebakaran hutan di desa masing-masing,” kata Al Haris.

Instruksi ini menyasar seluruh desa di Provinsi Jambi, mengingat sebagian besar wilayah kabupaten/kota di provinsi ini memiliki kantong-kantong gambut yang rawan terbakar. Kesiapsiagaan warga dianggap sebagai garda terdepan sebelum bantuan pemerintah tiba.

Ajakan Salat Istisqa: Ikhtiar Spiritual di Tengah Krisis Air

Di tengah kekeringan yang melanda, Al Haris tidak hanya mengandalkan upaya teknis pemadaman. Ia mengajak para ulama, kiai, dan imam masjid di seluruh Jambi untuk melaksanakan salat istisqa atau salat meminta hujan secara massal.

Ajakan ini disampaikan menyusul kondisi persediaan air bersih yang mulai sulit didapatkan warga dan debu yang mulai terlihat beterbangan di sejumlah lokasi. Menurutnya, doa bersama menjadi ikhtiar spiritual yang tak kalah penting untuk mengakhiri bencana asap dan kekeringan.

“Mohon pada para ulama, kiai, imam masjid, mari kiranya kita sediakan waktu kita habis salat wajib untuk melakukan salat istisqa. Meminta kepada Allah agar hujan turun dengan cepat di bumi Jambi ini,” tuturnya.

Doa untuk Petugas Pemadam di Lapangan

Gubernur juga meminta seluruh masyarakat mendoakan personel gabungan yang saat ini berjibaku memadamkan api di berbagai titik. Ia berharap proses pemadaman berjalan lancar tanpa hambatan berarti dan seluruh petugas yang bertugas diberikan keselamatan.

“Mohon doakan kami, mohon doanya agar kami, tim bekerja selamat, sukses, tidak ada korban, dan api bisa dipadamkan,” kata Al Haris.

Hingga berita ini diturunkan, upaya pemadaman di kawasan gambut Muaro Jambi masih terus dilakukan. Masyarakat diimbau melapor ke pemerintah desa atau petugas terdekat jika menemukan titik api baru agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum api meluas ke area pemukiman.

Reporter: Ramli Ahmad
Sumber: bitnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top