JAMBI - Selain Candi Muaro Jambi dan Gunung Kerinci, provinsi ini menyimpan destinasi lain yang belum menjadi pilihan utama para pelancong — mulai dari hutan, danau, karst, hingga pulau yang kaya sejarah.
Terkenal akan kejernihan airnya yang luar biasa dengan warna biru pekat, danau ini berada di Desa Wisata Lekuk 50 Tumbi Lempur. Menurut data JADesta Kementerian Pariwisata, perjalanan dari Desa Lempur memakan waktu trekking 3-4 jam melewati hutan hujan, termasuk menyeberang anak sungai — bagi yang pertama kali datang, sangat dianjurkan menggunakan jasa pemandu lokal.
Air terjun ini jatuh dari ketinggian kurang lebih 50 meter di kawasan Gunung Tujuh, yang menjadi bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat. Meskipun aksesnya lebih mudah dibandingkan Danau Kaco, tempat ini tidak selalu sepi pengunjung — ANTARA melaporkan lebih dari 800 wisatawan datang pada H+1 Lebaran 2026.
Terletak di Kecamatan Limun, kawasan batu kapur ini membentuk bukit-bukit kerucut yang telah diteliti oleh Universitas Jambi karena sebaran batugampingnya yang sangat luas. Untuk menjelajahi gua, pengunjung wajib didampingi pemandu lokal karena kondisi lorong yang licin dan minim cahaya alami.
Wilayah di seberang Sungai Batanghari ini sangat kental dengan budaya Melayu Jambi, terutama melalui kerajinan batiknya. Pada Agustus 2025, Kementerian Hukum menetapkannya sebagai kawasan cipta karya batik, dan pada Juni 2026 Pemerintah Kota Jambi mengembangkan Kampung Batik Ulu Gedong menjadi destinasi wisata budaya berbasis kearifan lokal.
Berada di Tanjung Jabung Barat, kawasan ini menawarkan wisata edukasi mangrove. JADesta mencatat adanya paket wisata perahu dan membatik, yang juga dilengkapi dengan homestay.
Menjadi titik pandang untuk menikmati panorama Kerinci dari ketinggian, tempat ini cocok bagi pencinta fotografi lanskap — meski begitu, informasi jalur sebaiknya dikonfirmasi langsung ke warga setempat sebelum berangkat.
Sumber geotermal ini berhubungan dengan aktivitas vulkanik Gunung Kerinci. Penelitian dari Universitas Bung Hatta pada 2024 menemukan bahwa sejumlah fasilitas di sini masih memerlukan penataan, mulai dari toilet, area parkir, hingga kolam.
Desa ini memiliki puluhan rumah panggung tradisional berusia ratusan tahun milik masyarakat Suku Batin, yang tercatat di JADesta dan pernah masuk 300 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022. Tradisi Bantai Adat menjelang Ramadan menjadi salah satu atraksi budaya yang menarik.
Berbeda dengan informasi yang sering beredar, desa ini secara administratif berada di Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo — bukan Kerinci. Tempat ini berkaitan dengan komunitas Suku Anak Dalam, dan pada 2025 Kanwil Kemenkumham Jambi membentuk Pos Bantuan Hukum di sana. Kunjungan ke sini lebih tepat dipandang sebagai pembelajaran sosial-budaya, bukan wisata massal.
Terletak di Kecamatan Sadu, pulau ini dapat diakses melalui Kampung Laut atau Nipah Panjang dengan lanjutan perahu/speedboat. Daya tarik utamanya adalah pasir putih, perairan biru, dan potensi snorkeling.
Sebelum berangkat ke destinasi mana pun, selalu cek akses terbaru dari pengelola desa wisata, sesuaikan perlengkapan dengan karakter medan, dan hormati masyarakat lokal — terutama di kawasan yang berkaitan dengan komunitas adat.