IHSG Ditutup Melesat 1,69 Persen ke 6.373,85, Investor Borong Saham Murah Pasca Koreksi Dua Hari

Penulis: Syafruddin Amir  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:13:01 WIB
IHSG ditutup menguat 1,69 persen ke level 6.373,85 didorong aksi beli pelaku pasar pasca koreksi dua hari sebelumnya.

JAKARTA — Para pelaku pasar memanfaatkan pelemahan harga saham pada dua hari sebelumnya untuk melakukan akumulasi beli. Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menyebut koreksi tajam yang terjadi membuat sejumlah saham fundamental kembali berada di level harga yang menarik.

"Para pelaku pasar melakukan bargain hunting memanfaatkan koreksi tajam indeks pada hari sebelumnya," ujar Nafan saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Momentum Penguatan: Menanti Keputusan MSCI dan Inflasi AS

Selain faktor teknikal, penguatan IHSG juga ditopang sentimen positif dari dalam dan luar negeri. Dari dalam negeri, pelaku pasar mengantisipasi potensi penyesuaian bobot saham Indonesia menjelang pengumuman resmi MSCI Inc. yang dijadwalkan pada Rabu (13/08) pukul 04.00 WIB.

Terdapat ekspektasi bahwa status pembekuan (freeze) sejumlah emiten Indonesia akan dicabut oleh MSCI dalam tinjauan indeks Agustus 2026. "Bisa jadi terdapat ekspektasi positif terhadap pencabutan status pembekuan (freeze) beberapa emiten," jelas Nafan.

Dari mancanegara, pasar menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) periode Juli 2026 yang diproyeksikan melandai ke level 3,4 persen year on year (yoy). Data ini memperkuat ekspektasi bank sentral AS (The Fed) akan mengambil sikap dovish.

Sektor Infrastruktur Pimpin Kenaikan, Saham Konglomerasi Jadi Motor

Berdasarkan data penutupan, penguatan IHSG ditopang oleh saham-saham konglomerasi yang tercatat sebagai top movers serta menyumbang kenaikan paling substansial. Saham-saham sektor komoditas dan teknologi juga ikut mendorong laju indeks.

Secara sektoral, indeks IDX-IC mencatat sepuluh sektor menguat. Sektor infrastruktur memimpin dengan kenaikan 4,60 persen, diikuti sektor energi yang naik 3,22 persen dan barang baku yang menguat 2,27 persen. Satu-satunya sektor yang melemah adalah transportasi & logistik yang turun tipis 0,23 persen.

Saham-saham dengan penguatan harga terbesar meliputi EKAD, DART, TMPO, CUAN, dan CSMI. Sementara itu, saham yang mengalami pelemahan harga terbesar adalah BAIK, AGAR, IKBI, DWGL, dan KJEN.

Nilai Transaksi Capai Rp 17,35 Triliun

Aktivitas perdagangan tercatat cukup intensif dengan frekuensi transaksi mencapai 2.067.000 kali. Jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 32,68 miliar lembar dengan nilai total Rp 17,35 triliun.

Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 474 saham berhasil naik, 185 saham menurun, dan 304 saham tidak bergerak nilainya. Kondisi ini menunjukkan sentimen positif yang dominan di pasar.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini bergerak bervariasi. Indeks Nikkei menguat 0,99 persen ke 67.630,00, indeks Kospi melonjak 3,68 persen ke 6.579,04, sedangkan indeks Shanghai melemah 0,32 persen ke 3.946,68, indeks Hang Seng turun 0,83 persen ke 25.440,17, dan indeks Straits Times melemah 0,58 persen ke 5.720,75.

Selain faktor eksternal, kepastian arah kebijakan moneter turut menjadi perhatian investor institusi. Pengajuan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai memberikan kepastian bagi stabilitas nilai tukar Rupiah di mata investor.

Reporter: Syafruddin Amir
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top