MUARO JAMBI — Kebakaran lahan gambut di Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, hingga kini belum padam setelah tiga hari dilalap api. Gubernur Jambi Al Haris yang meninjau langsung lokasi menyebut luasan kebakaran di kawasan itu diperkirakan melebihi 50 hektare, dan angka tersebut belum termasuk dalam catatan resmi BPBD.
Data sementara BPBD Provinsi Jambi mencatat total karhutla telah mencapai 300,12 hektare. Angka itu disebut belum final karena sejumlah lokasi kebakaran lain masih dalam proses penghitungan, termasuk area gambut di Muaro Jambi yang apinya masih menyala.
Al Haris menjelaskan, karakter lahan gambut membuat upaya pemadaman berjalan lambat. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi menjalar di bawah tanah dan bisa kembali muncul setelah kobaran di atas dipadamkan.
"Karena ini lahan gambut, sulit sekali untuk dipadamkan. Akses ke sini juga sulit, air sulit, ditambah lagi angin yang kencang luar biasa," ujar Al Haris kepada wartawan, Rabu (12/08/2026).
Tim gabungan dari BPBD, TNI-Polri, dan relawan Peduli Api telah dikerahkan lebih dari tiga hari. Operasi pemadaman juga dibantu dari udara untuk mencegah api merembet ke kawasan lain.
Di tengah keterbatasan teknologi pemadaman, Al Haris mengajak warga Jambi menguatkan ikhtiar spiritual. Ia meminta para ulama, kiai, dan imam masjid menyediakan waktu setelah salat wajib untuk melaksanakan salat istisqa.
"Mohon kepada para ulama, kiai, imam masjid, mari kiranya kita sediakan waktu kita habis salat wajib untuk melakukan salat istisqa. Meminta kepada Allah agar hujan turun dengan cepat di bumi Jambi ini," kata Al Haris.
Menurutnya, hujan menjadi faktor kunci yang sangat dibutuhkan untuk membasahi lahan kering sekaligus mendukung kerja tim pemadam di lapangan.
BMKG memperingatkan risiko karhutla di Jambi masih akan meningkat dan mencapai puncaknya pada periode Agustus hingga September. Kondisi ini memperbesar ancaman meluasnya kebakaran, terutama di kawasan gambut yang rawan terbakar saat kemarau panjang.
Al Haris memastikan Satgas Karhutla terus bekerja melakukan pemadaman dan pendinginan. "Teman-teman dari udara dan darat sudah bekerja luar biasa. Tinggal lagi kita minimalkan perluasan pembakarannya," katanya.