MUAROJAMBI — Rencana pelebaran Jalan Mendalo di Kabupaten Muarojambi resmi mengemuka dalam rapat koordinasi percepatan pembangunan Tol Jambi-Rengat Fase I. Gubernur Jambi Al Haris menyebut proyek ini menyasar ruas jalan sepanjang 8 kilometer dengan target lebar mencapai 40 meter.
Kebijakan ini diambil bukan tanpa alasan. Kawasan Mendalo selama ini menjadi titik tumpu aktivitas pendidikan di Provinsi Jambi, dengan mobilitas kendaraan yang tinggi setiap harinya.
Al Haris menjelaskan, pelebaran jalan tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan infrastruktur di sekitar klaster pendidikan. Setidaknya ada empat institusi yang berdekatan di jalur tersebut, yakni Universitas Jambi (Unja), UIN Sulthan Thaha Saifuddin, Universitas Titian Teras, serta MAN Cendekia.
“Ini lebih memberikan kenyamanan bagi mahasiswa yang kuliah di Unja, UIN, juga ada Titian Teras, ada MAN Cendekia di situ. Karena ini pusat studi bagi anak-anak kita,” kata Al Haris.
Kepadatan lalu lintas di ruas jalan ini dinilai sudah tidak sebanding dengan kapasitas jalan yang ada. Aktivitas keluar-masuk kendaraan roda dua dan roda empat meningkat signifikan seiring bertambahnya jumlah mahasiswa baru setiap tahun ajaran.
Meski desain teknis sudah mengerucut, pemerintah masih dihadapkan pada persoalan klasik: pembebasan lahan. Al Haris menegaskan bahwa proses ganti rugi lahan warga di sepanjang jalur harus segera dieksekusi oleh Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi.
“Ini juga ada ganti rugi lahan, nanti warga yang tinggal di pinggir jalan juga. Ini juga kita akan segera diskusi cepatnya, saya minta Pemda Muaro Jambi untuk menindaklanjutinya,” tegasnya.
Koordinasi dengan pihak pertanahan diminta dipercepat agar tidak menghambat agenda pembangunan fisik yang sudah disusun.
Pemerintah Provinsi Jambi memasang target penyelesaian seluruh persoalan lahan untuk jalur Tol Jambi-Rengat pada Desember 2026. Setelah tahapan itu tuntas, pembangunan fisik di lapangan dijadwalkan mulai berjalan pada Januari 2027.
Al Haris berharap penataan kawasan kampus ini tidak hanya sekadar memperlebar aspal, tetapi juga merapikan wajah kawasan pendidikan sehingga lebih nyaman bagi pelajar dan warga sekitar.