JAMBI — Babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi menyajikan hasil pahit manis bagi kontingen Indonesia. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tampil dominan, sementara Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata harus mengakui keunggulan lawan yang lebih berpengalaman di turnamen major.
Bertanding di babak R32, Fajar/Fikri menuntaskan perlawanan Eloi Adam/Leo Rossi dengan skor telak 21-14, 21-13 dalam tempo 35 menit. Kemenangan ini tidak lepas dari persiapan matang yang dilakukan pasangan peringkat atas dunia tersebut.
Fajar mengungkapkan bahwa tim pelatih sudah mempelajari karakter permainan Adam/Rossi sejak mereka bertemu Sabar/Reza di Piala Thomas. Kedua pemain asal Prancis itu bahkan sempat menjalani latihan bersama di pelatnas Cipayung selama dua minggu, memberi gambaran jelas soal pergerakan dan kebiasaan mereka di lapangan.
"Mereka pasangan yang sangat agresif, kami terus meredam pola permainan mereka," ujar Fajar usai pertandingan.
Meski menang mudah, Fajar menegaskan tidak ada masalah berarti sepanjang laga, kecuali faktor arah angin di dalam venue. Ia juga berharap ekspektasi tinggi pasca gelar Jepang Open dan China Open tidak menjadi beban, melainkan justru menambah kepercayaan diri.
Rekan duetnya, Fikri, mengaku ingin menikmati momen debutnya di turnamen mayor bersama Fajar. "Tidak ada yang diobrolkan secara spesifik, hanya mencoba lebih fokus. Ini major event, semua bisa terjadi," kata Fikri.
Nasib berbeda dialami Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata. Pasangan ganda campuran Indonesia ini harus mengakui keunggulan Mathias Christiansen/Alexandra Boje dengan skor 21-19, 9-21, 10-21.
Gim pertama sempat menjadi milik wakil Indonesia berkat adu rally panjang yang memaksa lawan mengangkat bola. Namun, pasangan Denmark mengubah total strategi sejak gim kedua, terutama dari sisi servis dan penerimaan servis.
"Mereka mengubah permainan dari servis dan terima servis. Sangat menyulitkan, kami terus terkurung dan tidak bisa lepas dari tekanan," jelas Marwan.
Meski kalah, Marwan tetap bersyukur dengan performa yang ditunjukkan selama Kejuaraan Dunia. Ia menilai permainannya sudah meningkat signifikan dibanding periode sebelumnya, dan hasil ini menjadi modal berharga untuk turnamen-turnamen berikutnya.
Aisyah pun senada, menyebut laga melawan pasangan Denmark sebagai pelajaran berharga untuk mempelajari bagaimana cara mengubah pola permainan dan mengimbanginya di level tertinggi.
Dengan hasil ini, Fajar/Fikri melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi lawan yang belum ditentukan. Konsistensi mereka di dua turnamen BWF World Tour terakhir menjadi sinyal positif untuk melangkah lebih jauh di New Delhi.
Sementara itu, langkah Marwan/Aisyah di Kejuaraan Dunia BWF 2026 resmi berakhir. Fokus mereka kini beralih ke persiapan menghadapi rangkaian turnamen BWF World Tour selanjutnya untuk mengumpulkan poin menuju Olimpiade.