JAMBI — Luas lahan yang terbakar mencapai 2,5 hektare, terdiri dari kebun pinang dan kelapa sawit. Proses pemadaman berlangsung rumit karena karakteristik tanah di lokasi kejadian merupakan semi gambut yang berpotensi menyimpan bara api di bawah permukaan.
Tim gabungan tidak hanya memadamkan api yang terlihat dari permukaan. Mereka juga menyiram tunggul-tunggul kayu yang masih mengeluarkan asap untuk mencegah api muncul kembali.
Selain ancaman api di bawah tanah, petugas di lapangan juga harus waspada terhadap pohon pinang yang tumbang. Kondisi ini membuat proses pemadaman dilakukan secara ekstra hati-hati demi keselamatan personel.
Rekaman dari udara memperlihatkan bekas lahan yang hangus terbakar. Area yang sebelumnya hijau kini berubah menjadi hitam pekat, dengan beberapa titik masih terlihat mengeluarkan kepulan asap tipis.
Insiden ini menambah daftar panjang kejadian karhutla yang kerap melanda wilayah Sumatera saat musim kemarau. Satgas Karhutla Provinsi Jambi terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan api tidak menyebar ke area perkebunan warga lainnya.
Petugas masih bersiaga di lokasi untuk melakukan pendinginan menyeluruh. Langkah ini ditempuh mengingat tanah semi gambut dapat menyimpan panas dalam waktu lama dan berisiko memicu kebakaran susulan jika tidak ditangani tuntas.