JAMBI — Selubung asap pekat kembali menyelimuti Kota Jambi sejak Minggu pagi. Pantauan real-time menempatkan indeks kualitas udara (Air Quality Index/AQI) di angka 152, level yang berpotensi mengganggu kesehatan jika warga beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.
Kondisi ini bukan sekadar kabut biasa. Sejumlah warga melaporkan bau menyengat yang menyertainya, disertai keluhan fisik yang mulai terasa.
"Saya pikir kabut. Tapi ini bukan kabut, karena baunya pekat sekali. Ini jelas-jelas asap. Sepertinya akibat karhutla di Muaro Jambi dan Tanjab Barat," ujar seorang warga kepada jambi-independent.co.id.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya yang mengaku kesulitan bernapas. "Asapnya tebal sekali hari ini. Mau bernafas pun susah, sesak rasanya," tuturnya.
Data yang dihimpun dari AQI.in pada Minggu (23/8/2026) menunjukkan konsentrasi PM2.5 berada di angka 58 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Partikel halus ini berukuran sangat kecil dan mampu menembus paru-paru hingga masuk ke aliran darah, sehingga menjadi parameter utama yang perlu diwaspadai.
Sementara itu, konsentrasi PM10 tercatat di angka 72 µg/m³. Suhu udara saat pemantauan berlangsung mencapai sekitar 28,2 derajat Celsius.
Pada level AQI 152, kualitas udara masuk kategori Tidak Sehat. Artinya, kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma atau penyakit jantung disarankan membatasi aktivitas fisik di luar ruangan.
Masyarakat umum yang tetap beraktivitas di luar pun disarankan menggunakan masker. Angka ini bersifat real-time dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti arah angin, kelembapan, serta potensi sumber api baru di wilayah sekitar.